Sejarah Asal-Usul Nabi Adam – Manusia Pertama di Muka Bumi Islam Nabi

Sejarah Asal-Usul Nabi Adam – Manusia Pertama di Muka Bumi


Sejarah mengenai asal-usul nabi Adam yang merupakan manusia pertama yang hidup di muka bumi ini ada di hampir seluruh kitab suci dari semua agama mulai dari Kitab Kejadian milik umat Yahudi, Perjanjian Lama, Buku Mormon, Buku Iqan, hingga al-Qur’an. Menurut mitologi penciptaan Womack dari agama samawi, Adam memang adalah manusia yang pertama kali diciptakan oleh Tuhan. Dalam narasi yang ada pada Kitab Kejadian, Adam diceritakan dibuat oleh Yahmeh-Elohim (Tuhan Yahweh, tuhan Israel) meskipun kata “adam” sendiri mampu merujuk pada manusia pertama atau penciptaan manusia secara umum. Pandangan Gereja Kristen agak sedikit berbeda dalam cara pandang mereka tentang perbuatan Adam yang melanggar aturan Tuhan dimana konsekuensi dari kelalaian tersebut memiliki efek buruk terhadap hidup manusia ke depannya. Dalam ajaran Yahudi dan Kristen, dosa yang ditanggung oleh Adam dan Eve berbeda sementara dalam ajaran Islam, dosa yang mereka tanggung sama. Dalam ajaran Islam juga Adam berhasil mendapatkan maaf dari Tuhan sementara Kekristenan tetap percaya bahwa pemaafan baru terjadi dengan pengorbanan Yesus Kristus. Menurut Agama Baha’I, Islam, dan beberapa cabang Kristen, Adam adalah nabi yang pertama. Berikut mari simak informasi selengkapnya mengenai sejarah nabi adam yang telah Kumpulan Sejarah rangkum dari berbagai sumber.

Sejarah Asal-Usul Nabi Adam – Manusia Pertama di Muka Bumi

Nabi Adam Dalam Kitab Kejadian
Dalam penggunaan kata “Adam” sendiri memiliki berbagai penjelasan yang berbeda-beda. Kata “Adam” bisa digunakan sebagai nama, dan pertama kali digunakan sebagai “Adamu” dan tercatat dalam daftar raja Syria. Penggunaannya sebagai kata benda di bahasa Yahudi berarti “manusia”. Sebenarnya, akar kata ini tidak berasal dari kata yang berarti “manusia” melainkan dari “a-d-m” yang berarti “merah” atau “tampan”. Sebagai kata benda maskulin, “’adam” berarti “orang” atau “manusia” dan jika digunakan dalam konteks kolektif berubah menjadi “ras manusia”. Dalam bahasa Kabalistik, Adam juga berasal dari bahasa Yahudi “Adame” yang berarti “aku menjadi sama” yang pada konteks ini menjadi sama dengan Tuhan yaitu memiliki kebebasan.

Kisah Sejarah Nabi Adam muncul dalam Kitab Permulaan sebagai kata “’adam” yang digunakan dalam berbagai macam arti yang antara lain: kolektif (manusia), individual (seorang laki-laki), tidak spesifik pada jenis kelamin (laki-laki dan perempuan), dan pria. Menurut ensiklopedia Yahudi, penggunaannya dalam Kejadian 1 adalah sebagai kata umum dan dalam Kejadian 2 & 3 penggunaan antara kata umum dan individual bercampur.

Sejarah asal-usul nabi Adam – manusia pertama – pada Kejadian 1 menceritakan tentang bagaimana Elohim (Tuhan) menciptakan manusia yaitu laki-laki dan perempuan dimana nama mereka adalah Adam. Adam yang digunakan pada ayat tersebut bukanlah merujuk hanya kepada nabi Adam, melainkan Adam sebagai manusia secara keseluruhan. Baru pada Kejadian 2 sejarah tentang Nabi Adam disebut secara khusus sebagai nabi Adam yang diciptakan dari debu dan dihembuskan angin kehidupan, membuatnya menjadi makhluk hidup. Baru kemudian Tuhan menempatkan nabi Adam di Taman Eden dan memberinya perintah bahwa seluruh buah dari pohon di tempat itu boleh dimakan kecuali dari pohon pengetahuan kebaikan dan kejahatan. Tuhan kemudian berkata bahwa tidak baik bagi seorang pria sendirian jadi Tuhan mengumpulkan hewan-hewan buas dan diantara itu juga tidak ditemukan penolong yang sesuai, karenannya Tuhan membuat Adam tertidur dan mengambil salah satu tulang rusuknya untuk menciptakan seorang wanita yang diberi nama Eve.

Cerita yang menjelaskan kisah Nabi Adam berlanjut ketika dalam Kejadian 3, diceritakan bahwa Adam dibuang dari Eden. Pada cerita tentang dibuangnya nabi Adam dari Eden, sang wanita dipercaya telah dibohongi oleh sang ular untuk memakan buah pengetahuan yang jelas-jelas menentang aturan dari Tuhan. Tuhan kemudian menanyakan dialog dengan Adam dan Eve menggunakan sebuah pertanyaan retoris yang membuatnya mengakui kesalahannya. Setelah Tuhan menyelesaikan penghakiman akan semua pihak yang terkait dalam kejadian itu, Ia menjatuhkan hukuman kepada mereka. Sejarah Nabi Adam masuk ke dalam bagian baru dimana Adam dan Eve harus bekerja keras untuk pertama kalinya demi mencari makanan. Menurut Kitab Kejadian juga, ia memiliki 3 anak dari Eve yaitu Cain, Abel, dan Seth.

Kisah Nabi Adam di Agama Lain
Dalam sejarah Yahudi, menurut catatan pada rabbi dan Gulungan Laut Mati, Adam ialah seorang manusia yang sempurna sebelum dibuang dari Eden. Menurut cerita rakyat Yahudi, istri pertama Adam bukanlah Eve melainkan Lilith yang meninggalkan Adam karena menolak patuh kepadanya. Lilith pergi dan tidak kembali lagi ke Taman Eden setelah melakukan hubungan intim dengan Samael sang Malaikat.

Dalam Islam, Adam dipercaya sebagai manusia pertama yang diajak berdialog langsung dengan Allah, membuatnya menjadi pemeluk Islam dan nabi yang pertama. Salah satu komentator hadis Islam awal menulis bahwa saat penciptaan Adam, Allah mengirim Jibril dan Mika’il untuk mengambil tanah dari Bumi dimana Bumi menolak karena Bumi mengancam akan mengadu pada Allah jika kedua malaikat tersebut menghancurkannya, jadi para Malaikat kembali dengan tangan kosong. Malaikat yang selanjutnya dikirim oleh Allah ialah Izrail yang kemudian mengambil tanah dari berbagai macam daerah, menjelaskan mengapa banyak bentuk dari manusia yang berbeda. Menurut penulisnya, Adam masih belum bernyawa hingga 40 hari setelah Allah meniupkan hidup kepadanya, dan ketika mulai hidup, Adam ditunjuk sebagai pemimpin dari makhluk-makhluk yang lebih rendah, dimana Adam kemudian menamai mereka satu persatu setelah Allah mengajarkannya. Begitulah sejarah asal-usul nabi Adam – manusia pertama di muka bumi – yang juga dipercaya sebagai nabi pertama dalam agama Islam, nabi mereka ialah orang-orang yang memiliki kepercayaan yang sama tentang ketundukkan mereka pada Allah.