MAKALAH SYIRIK DALAM ISLAM. CATATAN KAKI

PENDAHULUAN
Ada tiga sebab fundamental munculnya perilaku syirik, yaitu al-jahlu (kebodohan), dhai’ful iiman (lemahnya iman), dan taqliid (ikut-ikutan secara membabi-buta). Al-jahlu sebab pertama perbuatan syirik. Karenanya masyarakat sebelum datangnya Islam disebut dengan masyarakat jahiliyah. Sebab, mereka tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah. Dalam kondisi yang penuh dengan kebodohan itu, orang-orang cenderung berbuat syirik. Karenanya semakin jahiliyah suatu kaum, bisa dipastikan kecenderungan berbuat syirik semakin kuat. Dan biasanya di tengah masyarakat jahiliyah para dukun selalu menjadi rujukan utama. Mengapa? Sebab mereka bodoh, dan dengan kobodohannya mereka tidak tahu bagaimana seharusnya mengatasi berbagai persoalan yang mereka hadapi. Ujung-ujungnya para dukun sebagai narasumber yang sangat mereka agungkan.
Penyebab kedua perbuatan syirik adalah dhai’ful iimaan (lemahnya iman). Seorang yang imannya lemah cenderung berbuat maksiat. Sebab, rasa takut kepada Allah tidak kuat. Lemahnya rasa takut kepada Allah ini akan dimanfaatkan oleh hawa nafsu untuk menguasai diri seseorang. Ketika seseorang dibimbing oleh hawa nafsunya, maka tidak mustahil ia akan jatuh ke dalam perbuatan-perbuatan syirik seperti memohon kepada pohonan besar karena ingin segera kaya, datang ke kuburan para wali untuk minta pertolongan agar ia dipilih jadi presiden, atau selalu merujuk kepada para dukun supaya penampilannya tetap memikat hati orang banyak. Sebab yang ketiga yaitu Taqliid. Al-Qur’an selalu menggambarkan bahwa orang-orang yang menyekutukan Allah selalu memberi alasan mereka melakukan itu karena mengikuti jejak nenek moyang mereka.
           II.     RUMUSAN MASALAH
A.    Apa pengertian syirik dalam islam?
B.     Apa saja macam-macam syirik?
C.     Apa saja klasifikasi syirik?
D.    Seperti apa kriteria orang yang berbuat syirik?
E.     Apa akibat negatif perbuatan syirik?
F.      Apa hikmah menghindari perbuatan syirik?
        III.     TUJUAN
A.    Mengetahui pengertian syirik
B.     Mengetahui klasifikasi syirik
C.     Mengetahui macam-macam syirik
D.    Mengtahui kriteria orang yang berbuat syirik
E.     Mengetahui akibat negatif perbuatan syirik
F.      Mengetahui hikmah menghindari perbuatan syirik
        IV.     PEMBAHASAN
A.    Pengertian syirik
Syirik berasal dari kata syarika, yasyraku, syarikan. Syarikan artinya bercampur, bergabung atau mempersekutukan. Sedangkan menurut terminologi syirik adalah perbuatan yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang lain.[1]
Syirik dalam asma-asmanya atau sifat-sifatnya adalah pendustaan terhadap Allah dan kedustaan kepada-Nya. Karenanya, syirik jenis ini dikategorikan kufur. Jika dalam ibadah kepada Allah terdapat unsur ibadah kepada selain-Nya, ibadah tersebut dianggap kekufuran dan pendustaan kepada-Nya. Allah berfirman sebagai berikut:[2]
 شَهِدَ اللّهُ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ وَالْمَلاَئِكَةُ وَأُوْلُواْ الْعِلْمِ قَآئِمًَا بِالْقِسْطِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
 Artinya:Allah menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Dia;....(Q.S.Ali Imran/3:18)
Saikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata,” syirik ada dua macam, pertama syirik  dalam rububiyyah, yaitu menjadikan sekutu selain Allah yang mengatur alam semesta. kedua,  syirik dalam uluhiyah, yaitu beribadah ( berdo’a) kepada selain Allah baik dalam bentuk do’a ibadah maupun doa masalah.”
Umumnya yang dilakukan manusia  adalah menyekutukan dalam uluhiyah Allah, yaitu dalam hal-hal yang merupakan kekhususan bagi Allah, seprti berdo’a kepada selain Allah di samping berdoa kepada Allah, atau memalingkan suatu bentuk ibadah seperti menyembelih kurban, bernadzar, berdo’a, dan sebagainya kepada selain Allah.
Karena itu, barang siapa menyembah dan berdo’a kepada selain Allah berarti ia meletakan ibadah tidak pada tempatnya dan memberikan kepada yang tidak berhak, dan itu merupakan kedzaliman yang palig besar. Sebagaimana firman Allah swt:
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ 
“sesungguhnya menyekutukan Allah adalah benar-benar kedzaliman yang besar.” (QS.Luqman:13)
Syirik di katakan dosa yang paling besar dan kedzaliman yang paling besar karena ia menyamakan makhluk dengan khaliq (pencipta).[3]
B.     Macam-macam Syirik
Berdasarkan klasifikasi secara umum , syirik dibagi menjadi 4 jenis yaitu sebagai berikut:
1.        Syirkul ‘ilm, inilah syirik yang umumnya terjadi pada ilmuan. Mereka mengagungkan ilmu sebagai segalanya. Mereka tidak mempercayai pengetahuan yang diwahyukan Allah. Sebagai contoh , mereka mengatakan bahwa manusia berasal dari kera, mereka juga percaya bahwa ilmu pengetahuan akhirnya akan dapat menemukan formula agar manusia tidak perlu mengalami kematian.
2.        Syirkut-tasyaruf, syirik jenis ini pada prinsipnya disadari atau tidak oleh pelakunya menentang bahwa Allah Maha Kuasa dan segala kendali atas penghidupan manusia berada di tangan-Nya. Mereka percaya adanya perantara itu mempunyai kekuasaan. Contohnya, kepercayaan bahwa Nabi Isa a.s anak Tuhan, percaya pada dukun, tukang sihir atau sejenisnya.
3.        Syirkul-‘Ibadah, ini adalah syirik yang menuhankan pikiran,ide-ide, dan fantasi. Mereka hanya percaya pada fakta-fakta konkret yang berasal pada pengalaman lahiriyah. Misalnya seorang ateis memuja ide pengingkaran terhadap Tuhan dalam berbagai bentuk kegiatan.
4.        Syirkul-addah, ini adalah percaya pada tahayul. Sebagai contoh, percaya bahwa angka 13 itu adalah angka sial sehingga tidak mau menggunakan angka tersebut, menghubungkan kucing hitam dengan kejahatan.[4]
C.     Klasifikasi Syirik
Di lihat dari sifat dan tingkat sanksinya syirik dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
a.     Syirik Besar (asy-syirku al-akbar)
Syirik besar adalah menjadikan bagi Allah sekutu (niddan) dia berdoa kepadanya seperti berdoa kepada Allah. Ia takut, harap, dan cinta kepadanya seperti ibadah kepada Allah.
Syirik besar adalah memalingkan suatu bentuk ibadah kepada selain Allah, seperti berdo’a kepada selain Allah atau mendekatkan diri kepadanya dengan menyembelih kurban atau bernadzar untuk selain Allah, baik untuk kuburan, jin atau syaitan, dan lainnya. Atau seseorang takut kepada orang mati ( mayit) yang (dia menurut perkiraannya)  akan membahayakan dirinya, atau mengharapkan sesuatu kepada selain Allah yang tidak kuasa memberikan manfaat ataupun madarat, atau seseorang yang meminta sesuatu kepada selain Allah, dimana tidak  ada manusiapun yang mampu memberikan selain Allah, seperti memenuhi hajat, menghilangkan kesulitan dan selain itu dari berbagai macam bentuk ibadah yang tidak boleh di lakukan melainkan di tujukan kepada Allah saja. Syirik besar dapat mengeluarkan pelakunya dari agama islam dan menjadikannya kekal di dalam neraka, jika ia meninggal dalam kadaan musyrik dan belum bertaubat darinya.
Syirik besar ada yang zahirun jaliyun (tampak nyata), seperti menyembah berhala, matahari bulan, bintang, malaikat dan benda-benda tertentu, Syirik besar inilah yang dosanya tidak akan diampuni oleh Allah, kecuali dia bertobat sebelum meninggal. Pelakunya diharamkan masuk surga, sebagaimana firman Allah berikut ini:
إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ وَمَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا
 “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia dikehendaki. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa besar.” (Q.S. an-Nisa’/4:48).
Dan ada yang batinun khafiyun (tersembunyi), seperti doa kepada orang sudah meninggal, meminta pertolongan kepadanya untuk dikabulkan permintaannya, minta disembuhkan dari penyakit, atau dihindarkan dari bahaya.[5]
Macam-macam syirik besar diantaranya:[6]
a.       Syirik do’a, yaitu di samping ia berdo’a kepada Allah, ia juga berdoa kepada selain-Nya.       
b.      Syirik  niat, keinginan dan tujuan, yaitu menunjukan suatu bentuk ibadah untuk selain Allah.
c.       Syirik ketaatan, yaitu mentaati selain Allah dalam hal maksiat kepada Allah.
d.      Syirik mahabbah (kecintaan), yaitu menyamakan Allah dengan hal selainnya selain-Nya dalam hal kecintaan.
b.     Syirik Kecil (asy-syirku al-asgar)
Syirik kecil adalah semua perkataan dan perbuatan yang akan membawa seseorang kepada kemusyrikan. Syirik kecil termasuk perbuatan dosa yang di khawatirkan akan menghantarkan pelakunya kepada syirik besar .[7]
Syirik ashghar ada dua macam:
a.    Syirik zhahir (nyata), yaitu syirik kecil dalam bentuk ucapanan perbuatan. Dalam bentuk ucapan misalnya, bersumpah dengan selain nama Allah, Rassulullah s.a.w. bersabda: “barang siapa bersumpah dengan selain nama Allah maka ia telah berbuat kufur atau syirik”, syirik dan kufur yang di maksud di sini adalah syirik dan kufur kecil.
Adapun contoh syirik dalam perbuatan yaitu seperti memakai gelang, benang, dan sejenisnya sebagai pengusir atau penangkal marabahaya. Seperti menggantungkan jimat (tamimah) karena takut dari ‘ain (mata jahat) atau lainnya. Jika seseorang meyakini bahwa kalung, benang atau jimat itu sebagai penyerta untuk menolak marabahaya dan menghilangkannya, maka perbuatan ini adalah syirik ashghar. Karena Allah tidak menjadikan sebab-sebab (hilangnuya marabahaya) dengan hal-hal tersebut. Adapun jika ia berkeyakinan bahwa dngan memakai gelang, kalung atau yang lainnya dapat menolak atau mengusir marabahaya, maka perbuatan ini adalah syirik akbar (syirik besar) karena ia menggantungkan diri kepada selain Allah.
b.    Syirik khafi (tersembunyi), yaitu syirik dalam hal keinginan dan niat, seprti riya’ (ingin dipuji orang) dan sum’ah (ingin di dengar orang, dan lainnya, seperti melakukan suatu amal tertentu untuk mendekatkan diri kepada Allah, tetapi ia ingin mendapatkan pujian manusia, misalnya dengan memperbagus shalatnya (karna di lihat orang) atau bershadaqah agar dipuji. [8]
Jadi, syirik kecil adalah semua perkataan atau perbuatan yang akan membawa seseorang kepada kemusyrikan. Jika orang yang melakukan syirik kecil meninggal sebelum bertobat dan diakhirat ternyata Allah tidak berkenan mengampuninya, ia akan masuk neraka.[9]
D.    Kriteria orang yang syirik
Perbuatan syirik bukan hanya sikap seseorang yang mengagung - agungkan sesuatu dari kalangan sesama makhluk sesama manusia (kultus), tetapi syirik juga meliputi sikap mengagung - agungkan diri sendiri, kemudian menindas harkat dan martabat sesama manusia, seperti tingkah diktator dan tiran. Keduaya adalah sikap melawan kebenaran Allah, yaitu kebenaran mutlak dan berlawanan dengan jalan hidup yang benar, yaitu jalan hidup yang menuju ridho Allah Yang Maha Benar.
Dia sama sekali tidak dalam kegagalan atau keperkasaan, melainkan dalam kehinaan yang lebih mendasar karena dia diperhamba oleh nafsunya sendiri untuk berkuasa dan menguasai orang lain. Sebagaimana kisah Fir’aun yang kemudian mengalami hukum Tuhan yang tragis dan dramatis. Dia baru insaf setelah malapetaka menimpa, tetapi sudah terlambat.
Description: 10:90Firman Allah:
وَجَاوَزْنَا بِبَنِي إِسْرَائِيلَ الْبَحْرَ فَأَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ وَجُنُودُهُ بَغْيًا وَعَدْوًا حَتَّى إِذَا أَدْرَكَهُ الْغَرَقُ قَالَ آمَنتُ أَنَّهُ لا إِلِهَ إِلاَّ الَّذِي آمَنَتْ بِهِ بَنُو إِسْرَائِيلَ وَأَنَاْ مِنَ الْمُسْلِمِينَ 
“Dan Kami memungkinkan Bani Israel melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Firaun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Firaun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: “Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israel, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. ( Q.S. Yunus/10:90).
E.     Akibat negatif perbuatan syirik
Perbuatan syirik (menyekutukan Allah) menyebabkan kerusakan dan bahaya yang besar, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Di antara kerusakan dan bahaya akibat perbuatan syirik adalah:[10]
1.      Syirik merendahkan eksistensi kemanusiaan
Syirik menghinakan kemuliaan manusia, menurunkan derajat dan martabatnya. Sebab Allah menjadikan manusia sebagai hamba Allah di muka bumi. Allah memuliakannya, mengajarkan seluruh nama-nama, lalu menundukkan baginya apa yang ada di langit dan di bumi semuanya. Allah telah menjadikan manusia sebagai penguasa di jagad raya ini. Tetapi kemudian ia tidak mengetahui derajat dan martabat dirinya. Ia lalu menjadikan sebagian dari makhluk Allah sebagai Tuhan dan sesembahan. Ia tunduk dan menghinakan diri kepadanya.
2.      Syirik adalah sarang khurofat dan kebatilan.
Dalam sebuah masyarakat yang akrab dengan perbuatan syirik, “barang dagangan” dukun, tukang nujum, ahli nujum, ahli sihir dan yang semacamnya menjadi laku keras. Sebab mereka mendakwahkan (mengklaim) bahwa dirinya mengetahui ilmu ghaib yang sesungguhnya tak seorangpun mengetahuinya kecuali Allah. Jadi dengan adanya mereka, akal manusia dijadikan siap untuk menerima segala macam khurofat/takhayul serta mempercayai para pendusta (dukun). Sehingga dalam masyarakat seperti ini akan lahir generasi yang tidak mengindahkan ikhtiar (usaha) dan mencari sebab serta meremehkan sunnatullah (ketentuan Allah).
3.      Syirik adalah kedzoliman yang paling besar.
Yaitu dzalim terhadap hakikat yang agung yaitu (Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah). Adapun orang musyrik mengambil selain Allah sebagai Tuhan serta mengambil selain-Nya sebagai penguasa. Syirik merupakan kedzaliman dan penganiayaan terhadap diri sendiri. Sebab orang musyrik menjadikan dirinya sebagai hamba dari makhluk yang merdeka. Syirik juga merupakan kezhaliman terhadap orang lain yang ia mempersekutukan dengan Allah karena ia telah memberikan sesuatu yang sebenarnya bukan miliknya.
4.      Syirik sumber dari segala ketakutan dan kecemasan.
Orang yang akalnya menerima berbagai macam khurofat dan mempercayai kebatilan, kehidupannya selalu diliputi ketakutan. Sebab dia menyandarkan dirinya pada banyak tuhan. Padahal tuhan-tuhan itu lemah dan tak kuasa memberikan manfaat atau menolak bahaya atas dirinya.
Karena itu, dalam sebuah masyarakat yang akrab dengan kemusyrikan, putus asa dan ketakutan tanpa sebab merupakan suatu hal yang lazim dan banyak terjadi. Allah berfirman: “Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang yang kafir rasa takut disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak memberikan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka adalah Neraka, dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang dhalim”. (Ali-Imran: 151)
5.      Syirik membuat orang malas melakukan pekerjaan yang bermanfaat.
Syirik mengajarkan kepada para pengikutnya untuk mengandalkan para perantara, sehingga mereka meremehkan amal shalih. Sebaliknya mereka melakukan perbuatan dosa dengan keyakinan bahwa para perantara akan memberinya syafa’at di sisi Allah. Begitu pula orang-orang kristen melakukan berbagai kemungkaran, sebab mereka mempercayai Al-Masih telah menghapus dosa-dosa mereka ketika di salib. Sebagian umat Islam mengandalkan syafaat Rasulullah SAW tapi mereka meninggalkan kewajiban dan banyak melakukan perbuatan haram. Padahal Rasul SAW berkata kepada putrinya: “Wahai Fathimah binti Muhammad, mintalah dari hartaku sekehendakmu (tetapi) aku tidak bermanfaat sedikitpun bagimu di sisi Allah”. (HR. Al-Bukhari)
6.      Syirik menyebabkan pelakunya kekal dalam Neraka.
Syirik menyebabkan kesia-siaan dan kehampaan di dunia, sedang di akhirat menyebabkan pelakunya kekal di dalam Neraka. Allah berfirman: “Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya Surga dan tempatnya ialah Neraka, dan tidaklah ada bagi orang-orang dhalim itu seorang penolongpun”. (Al-Maidah: 72).
7.      Syirik memecah belah umat
“Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang memper-sekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka”. (Ar-Ruum: 31-32)
Itulah berbagai kerusakan dan bahaya yang ditimbulkan perbuatan syirik. Yang jelas Syirik merupakan penyebab turunnya derajat dan martabat manusia ke tempat paling hina dan paling rendah.
F.      Hikmah Menghindari Perbuatan Syirik
Banyak hikmah yang dapat kita di ambil dari menghindari perbuatan syirik, diantaranya:
a.       Menjadikan manusia yang memiliki pandangan yang luas
b.      Mengangkat manusia ke derajat paling tinggi dan mulia
c.       Mengalirkan rasa kesederhanaan dan kehajaan
d.      Membuat manusia menjadi suci dan benar
e.       Memunculkan kepercayaan yang teguh dalam segala hal
f.       Tidak mudah putus asa dengan keadaan yang dihadapi
g.      Menumbuhkan keberanian dalam diri manusia
h.      Mengembangkan sikap cinta damai dan keadilan
i.        Menjadi taat dan patuh kepada hukum Allah
           V.     KESIMPULAN
Dari pembahasan di atas dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut:
1.      Syirik adalah menyekutukan Allah dengan makhluk-Nya, baik dalam dimensi rububiyah, mulkiyah, ilahiyah, secara langsung atau tidak
2.      berdasarkan klasifikasi secara umum , syirik dibagi menjadi 4 jenis yaitu: Syirkul ‘ilm, Syirkut-tasyaruf, Syirkul-‘Ibadah, Syirkul-addah
3.      Dilihat dari tingkat sanksinya, dapat diklasifikasikan  menjadi dua, yaitu: syirik besar(as-syirku al akbar), syirik kecil(as-syirku al asghar)
4.      Macam-macam syirik besar diantaranya:
a.       Syirik do’a, yaitu di samping ia berdo’a kepada Allah, ia juga berdoa kepada selain-Nya
b.      Syirik  niat, keinginan dan tujuan, yaitu menunjukan suatu bentuk ibadah untuk selain Allah
c.       Syirik ketaatan, yaitu mentaati selain Allah dalam hal maksiat kepada Allah
d.      Syirik mahabbah (kecintaan), yaitu menyamakan Allah dengan hal selainnya selain-Nya dalam hal kecintaan
5.      Syirik kecil ada dua macam:
a.       Syirik zhahir (nyata), yaitu syirik kecil dalam bentuk ucapanan perbuatan
b.      Syirik khafi (tersembunyi), yaitu syirik dalam hal keinginan dan niat
6.      Kriteria orang yang syirik yaitu sikap seseorang yang mengagung - agungkan sesuatu dari kalangan sesama makhluk masuk sesama manusia, tetapi syirik juga meliputi sikap mengagung - agungkan diri sendiri dan juga menindas harkat dan martabat sesama manusia
7.      Di antara kerusakan dan bahaya akibat perbuatan syirik adalah:
a.       Syirik merendahkan eksistensi kemanusiaan
b.      Syirik adalah sarang khurofat dan kebatilan
c.       Syirik adalah kedholiman yang paling besar.
d.      Syirik sumber dari segala ketakutan dan kecemasan
e.       Syirik membuat orang malas melakukan pekerjaan yang bermanfaat
f.       Syirik menyebabkan pelakunya kekal dalam Neraka
g.      Syirik memecah belah umat
8.      Hikmah Menghindari Perbuatan Syirik
a.       Menjadikan manusia yang memiliki pandangan yang luas
b.      Mengangkat manusia ke derajat paling tinggi dan mulia
c.       Mengalirkan rasa kesederhanaan dan kehajaan
d.      Membuat manusia menjadi suci dan benar
e.       Memunculkan kepercayaan yang teguh dalam segala hal
f.       Tidak mudah putus asa dengan keadaan yang dihadapi
g.      Menumbuhkan keberanian dalam diri manusia
h.      Mengembangkan sikap cinta damai dan keadilan
i.        Menjadi taat dan patuh kepada hukum Allah

        VI.     PENUTUP
Demikian yang dapat pemakalah sampaikan, kami menyadari makalah ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu , untuk menyempurnakan makalah ini kami berharap bagi para pembaca untuk tidak segan-segan emberikan kritik dan saran yang sifatnya membangun dan berguna, agar makalah ini bisa mencapai kesempurnaan pada penyusunan selanjutnya. Sebelum dan sesudahnya kami mengucapkan terima kasih. Semoga makalah ini dapat berguna bagi kita semua, amin.



DAFTAR PUSTAKA
Jawaz. Yazid Bin Abdul Qadir.2009. Syarah dan ‘Aqidah Ahlus Sunah Wal   Jama’ah. Bogor: Pustaka Imam Asy-Syafi’i
 Margiono.2011. Akidah Akhlak. Jakarta:yudhistira
Rahman ,Roli Abdul. 2009. Menjaga Akidah dan Akhlak. Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri
http://materidakwah-online.blogspot.com/2012/02/dampak-negatif-perbuatan-syirik.html, diakses pada 22-11-2013 pukul 23:00

[1] Margiono, akidah akhlak, (Jakarta:Yudhistira,2011), hlm. 33
[2] Roli Abdul Rahman, Menjaga Akidah dan Akhlak, (solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri,2009), hlm. 32
[3] Yazid Bin  Abdul Qadir Jawas, Syarah Aqidah Ahlus Sunah Wal Jama’ah,(Bogor: Pustaka Imam Asy-Syafi’i.2009) hlm.170-172
[4] Roli Abdul Rahman________________hlm.36
[5] Roli Abdul Rahman___________Hlm. 34
[6] Yazid Bin  Abdul Qadir Jawas,____________Hlm. 177
[7] Roli Abdul rahman,______________hlm. 35
[8] Yazid Bin  Abdul Qadir Jawas,___________hlm.170-172
[9] Margiono, Akidah Akhlak, (Jakarta:Yudhistira,2011), hlm. 33)
[10] http://materidakwah-online.blogspot.com/2012/02/dampak-negatif-perbuatan-syirik.html,