DAKWAH PADA MASA PERMULAAN ISLAM

Allah SWT  mengutus nabi Muhammad SAW untuk memperbaiki akhlak dan aqidah masyarakat, terutama masyarakat Quraisy di Mekkah. Nabi Muhammad SAW ditugaskan untuk mengajak manusia menyembah hanya kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.

Nabi Muhammad SAW berdakwah kepada kaum Quraisy secara terus-menerus, walaupun banyak tantangan dan rintangan yang harus dihadapinya. Nabi Muhammad SAW menyebarkan agama islam, yaitu agama yang dapat membawa umatnya selama di dunia dan akhirat.


A. DAKWAH PADA MASA PERMULAAN ISLAM

Nabi Muhammad SAW mendapatkan wahyu dari Allah SWT yang memerintahkan beliau agar mulai mendakwahkan islam kepada keluarga dekatnya. Perintah tersebut didalam al-qur'an Surah Asy-Syu'ara' ayat 214.

Artinya : "Berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu (Muhammad) yang terdekat". (Qs. Asy-Syu'ara' : 214)

Dengan turunnya wahyu tersebut, Nabi Muhammad SAW berdakwah kepada keluarga besar Bani Hasyim dan Bani Muthalib, mengajak mereka agar memeluk agama islam.

Nabi Muhammad SAW mengundang kaum kerabat dan saudaranya pada perjamuan makan dirumahnya. Mereka yang datang jumlahnya tidak kurang dari 45 orang. Selesai makan, beliau menyampaikan dakwahnya. Tetapi baru saja beliau mulai bicara salah seorang pamannya yang bernama Abu Lahab segera memutus pembicaraannya dan berkata, "Hai Muhammad, mereka adalah paman-pamanmu dan anak dari paman-pamanmu. Bicaralah dan jangan main-main ! Aku tidak pernah melihat seseorang yang membawa sesuatu yang lebih buruk dari apa yang kamu bawa". Kemudian Abu Lahab mengajak tamu lainnya untuk pulang.

Walaupun dakwahnya tentang ajaran agama islam ditolak, nabi Muhammad SAW tidak putus asa. Sekali lagi belia mengundang kaum kerabatnya. Selesai makan bersama, beliau mengawali dakwahnya dengan gaya baru untuk memikat perhatian mereka. Beliau bersabda, "Sesungguhnya orang yang menjadi mata-mata musuh sekalipun, tidak akan sampai hati berdusta kepada kaum kerabatnya sendiri. Demi Allah, saya tidak akan berdusta kepada kaum kerabatku sendiri, yaitu bapak-bapak dan saudara-saudara sekalian yang hadir". Setelah berhasil menarik perhatian yang hadir kemudian beliaupun melanjutkannya dan bersabda, "Segala puji bagi Allah, hanya kepada-Nya aku memohon pertolongan. Aku beriman kepada-Nya, Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Demi Allah, sesungguhnya setiap orang akan mati kemudian akan dibangkitkan kembali, seperti orang yang dibangunkan dari tidurnya. Setiap amalnya akan dipertanggungjawabkan serta diberi balasan, yang baik diberi balasan yang baik, yang jahat diberi balasan yang jahat. Balasan itu hanya satu diantara dua : yaitu surga selamanya atau neraka selamanya".

Diantara mereka ada yang menanggapi perkataan Rasulullah SAW dengan lemah lembut. Abu Thalib, "Aku mempercayai kata-katamu, jalankan terus apa yang diperintahkan kepadamu. Demi Allah aku akan selalu melindungimu, tetapi aku tidak dapat meninggalkan agama nenek moyangku!".

Tetapi Abu Lahab menentang keras dan berkata, "It sikap yang sangat buruk. Cegahlah Muhammad sebelum orang lain menangkapnya ! Kalau semua orang arab sudah menentang kamu gara-gara Muhammad ini, aku tidak dapat membayangkan apa yang terjadi. kalau kamu serahkan dia kepada mereka, berarti kamu berperang dengan semua orang arab".

Mendengar ucapan saudaranya itu, Abu Thalib dengan tegas berkata, "Demi Allah, selama aku masih hidup, Muhammad akan kami bela?".

Demikianlah pertemuan kedua itu berakhir. Kalau pada pertemuan pertama hadirin sudah bubar sebelum Rasulullah SAW sempat menjelaskan maksudnya, maka pada pertemuan kedua ini terdapat sedikit kemajuan. Dengan halus beliau menyampaikan dakwah islam, yaitu tentang Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan dan tentang hari pembalasan. ternyata tidak semua kerabatnya menentang, ada juga yang bersedia membelanya.


B. PARA SAHABAT YANG PERTAMA MASUK ISLAM

Pada awalnya, Nabi Muhammad SAW menyebarkan agama islam secara sembunyi-sembunyi. Hal ini dilakukan agar bangsa Arab tidak kaget menerima perubahan adat istiadat yang telah berlaku turun-menurun.

Nabi Muhammad SAW berdakwah secara bertahap. Dakwah tahap pertama beliau sampaikan kepada keluarga dan sahabat terdekatnya. Dakwah beliau segera mereka terima. Mereka menyatakan keimanannya kepada Allah SWT dan rasul-Nya.

Orang-orang yang pertama menerima seruan islam adalaha keluarga dan sahabat yang terdekat, yaitu Khadijah, istri Nabi Muhammad SAW. Kemudian saudara sepupunya yaitu Ali bin Abi Thalib yang ketika itu belum genap berusia sepuluh tahun. Selanjutnya Zaib bin Haritsah, mantan budak Nabi Muhammad SAW yang kemudian diangkat anak oleh beliau. Selain itu, sahabat beliau yang bernama Abu Bakar juga masuk islam.

Kemudian dakwah tahap kedua dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Nabi Muhammad SAW berdakwah kepada keluarga dan para sahabat lainnya. Abu Bakar pun giat mendakwah ajaran islam kepada para sahabat dekatnya. Abu Bakar adalah seorang saudagar kaya yang disenangi, berakhlak mulia, dan terkenal ramah. Oleh karena itu Abu Bakar memiliki banyak sahabat. Usaha Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar ternyata tidak sia-sia, beberapa sahabat dan kerabat mereka masuk islam, diantaranya yaitu, Zubair bin Awwam, Utsman bin Affan, Sa'ad bin Waqash, Thalhah bin Ubaidillah, dan Abdurrahman bin Auf. Mereka itulah yang kemudian menjadi pelopor penyiaran islam.

Setelah itu masuk islam pula Bilal bin Rabbah, Abu Ubaidah bin Jarrah, Salmah bin Abdul Asad Al-Makhzumi, Arqam bin Abi Arqam, Utsman bin Mazh'un, Ubaidah bin Haris, Fatimah binti Khattab (saudara Umar bin Khattab), Habab bin Art, dan Abdullah bin Mas'ud.

Mereka yang mula-mula memeluk islam itu kemudian mendapat julukan "As-sabiqunal Awwalun" artinya "Orang yang pertama-tama masuk agama islam". Nabi Muhammad SAW membina para sahabat yang telah beriman itu dengan ajaran-ajaran tauhid, yaitu mempercayai bahwa tidak ada Tuhan selain Allah SWT dan beliau adalah utusan-NYA.

Selain nama-nama tersebut di atas, masih banyak pengikut Nabi Muhammad SAW yang masuk islam secara diam-diam. Kebanyakan dari mereka itu adalah para budak dan orang-orang miskin.

Untuk menyampaikan ajaran islam kepada kaum muslimin, Nabi Muhammad SAW menggunakan rumah salah seorang sahabatnya yang setia, yaitu Arqam bin Abi Arqam yang terletak didekat bukit Shafa.

Dalam membina kaum Muslimin, Nabi Muhammad SAW mendahulukan pembinaan akidah dan akhlak, serta perilaku islami yang sesuai dengan petunjuk Al-qur'an. Mereka belum diajarkan ibadah-ibadah seperti yang telah dilakukan oleh kaum Muslimin saat ini. Mereka belum diajarkan puasa, karena kewajiban berpuasa baru diperintahkan pada tahun ke-2 H. Mereka sudah diajarkan sholat, tetapi bukan shalat lima waktu. Karena shalat lima waktu baru diwajibkan setelah Nabi Muhammad SAW melakukan Isra Mi'raj. Shalat yang diajarkan waktu itu adalah shalat yang dilakukan pada pagi hari sebelum matahari terbit dan sore hari sebelum matahari terbenam.

Terdapat beberapa pembinaan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW terhadap kaum Muslimin dalam mengajarkan agama islam. pembinaan tersebut diantaranya, yaitu ;
Pembinaan akidah, Bertujuan agar kaum Muslimin meninggalkan penyembahan berhala seperti yang masih dilakukan oleh sebagian besar kaum Quraisy. Dan menyakini bahwa tidak ada Tuhan yang wajib disembah selain Allah SWT. Kepada mereka juga diajarkan bahwa ada kehidupan abadi setelah kematian. Segala sesuatu yang telah dikerjakan didunia ini akan mendapat balasannya.
Pembinaan akhlak, Bertujuan agar kaum Muslimin berbudi luhur, meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk seperti berjudi, mabuk-mabukan, merampok dan perbuatan tercela lainnya. Masyarakat Arab jahiliyah sudah terbiasa mabuk dan main judi. Oleh sebab itu, Nabi Muhammad SAW secara perlahan-lahan membina kaum Muslimin agar sedikit demi sedikit meninggalkan kebiasan buruk tersebut. Dengan sabar dan bijakasana beliau mengajak orang yang baru masuk islam untuk meninggalkannya.
Pembinaan sosial kemasyarakatan, Bertujuan menertibkan kehidupan masyarakat agar sesuai dengan petunjuk Al-qur'an. Mereka diajarkan untuk mencari rezeki yang halal, menyayangi sesama, saling menghormati dan tolong-menolong, bergaul dengan baik, bertetangga dengan baik dan sebagainya.
Nabi Muhammad juga mengajarkan untuk menyayangi kaum perempuan. Bangsa arab jahiliyah sangat mengundang rendah kaum perempuan. Bahkan, mereka tega membunuh anak-anak perempuan mereka. Hal itu karena, mereka merasa malu dan hina jika mempunyai anak perempuan. Umar bin Khattab pun pernah membunuh anak perempuannya sebelum ia masuk islam. Namun setelah masuk islam, ia menyesal dan bertobat kepada Allah SWT. Islam mengajarkan bahwa antara anak laki-laki dan perempuan mempunyai hak dan derajat yang sama.


D. DAKWAH SECARA TERANG-TERANGAN

Setelah tiga tahun Nabi Muhammad SAW berdakwah secara sembunyi-sembunyi, turunlah wahyu Allah SWT agar Nabi Muhammad SAW berdakwah secara terang-terangan. Wahyu tersebut terdapat didalam Al-qur'an Surah Al-Hijr ayat 94

Artinya: "Maka sampaikan olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik" (Qs. Al-Hijr: 94)

Dengan perintah Allah SWT tersebut, mulailah Nabi Muhammad SAW melakukan dakwah secara terang-terangan didepan orang-orang Quraisy. Dakwah Nabi Muhammad SAW tersebut disampaikan tidak hanya kepada keluarg, kerabat,tetapi juga masyarakat umum, terutama kepada para penduduk Mekkah.

Rasulullah SAW merasa yakin terhadap janji Abu Thalib bahwa beliau akan selalu membela Rasulullah dalam menyampaikan dakwahnya. Pada suatu ketika, Nabi Muhammad SAW pergi ke bukit Shafa didekat Ka'bah. Dari atas bukit itu beliau memanggil banyak orang. Oleh karena Nabi Muhammad SAW adalah orang yang terkenal dengan budi pekerti dan kejujurannnya, kaum Quraisy segera berdatangan. Pada Kesempatan itulah Rasulullah  SAW menyerukan untuk mentauhidkan Allah SWT dan beriman kepada hari kiamat.

Kepada orang-orang Quraisy itu Rasulullah SAW berkata, "Seandainya aku beritakan kepada kalian bahwa dilembah sana terdapat pasukan berkuda yang hendak menyerang kalian. Apakah kalian akan memercayaiku ?" . Orang-orang yang hadirpun serempak menjawab, "Ya, kami percaya. Kami belum pernah melihat kamu berdusta!".

Kemudian Rasulullah berkata lagi, "Jika begitu dengarkanlah ! Demi Allah yang tiada Tuhan selain-Nya, aku adalah utusan Allah. Allah telah memerintahkan aku supaya memperingatkan kalian. Sembahlah Allah Yang Maha Esa, tiada Tuhan selain Allah. maka bila kalian ingkar, kalian akan mendapatkan azab Allah di hari kiamat".

Ajakan Rasulullah SAW itu mendapat tantangan keras dari kebanyakan kaum Quraisy. Mereka menyumpai Nabi Muhammad SAW. Diantara mereka adalah Abu Lahab, paman beliau sendiri. Ia marah dan memaki-maki beliau, "Celakalah engkau Muhammad. Untuk inikah kamu mengumpulkan kami?".

Mendengar ucapan Abu Lahab tersebut, Nabi Muhammad SAW terdiam. Lalu, Turunlah ayat Al-qur'an Surah Al-Lahab ayat 1-5.
Artinya : "Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya ia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepada harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak ia akan masuk kedalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang dilehernya ada tali dari serabut." (Qs. Al-Lahab : 1-5)

Dakwah pertama Rasulullah SAW didepan umum ini tidak mendapat tanggapan yang baik dari kaum Quraisy. Namun beliau tidak berputus asa, beliau terus berdakwah kepada kaum Quraisy dan penduduk Mekkah selama kurang lebih tiga belas tahun.

Kadang-kadang Rasulullah SAW berdakwah didepan orang banyak atau kepada seseorang yang beliau jumpai. Usaha Rasulullah SAW pada awalnya tidak mendapat tanggapan dari kaum Quraisy, namun lambat laun beliau mulai mendapat pengikut. Kebanyakan pengikut beliau adalah kaum wanita, para budak, dan orang-orang miskin. Mereka adalah kaum yang sungguh-sungguh menyakini ajaran islam. Mereka sangat kukuh dalam keyakinannya, walaupun mereka sering disiksa dan dianiaya oleh orang-orang Quraisy dan tuan-tuan mereka. Rasulullah SAW sendiri selalu mendapat tantangan dari kaum Quraisy, tetapi untunglah paman beliau, Abu Thalin selalu membelanya.


IBRAH UNTUK DITELADANI
Kita harus memiliki sifat penyabar seperti Rasulullah SAW. Walaupun banyak orang yang menghinanya karena mendakwahkan islam, tetapi beliau tidak pernah marah.
Sifat-sifat yang harus kita teladani dari kisah di atas adalah :
Tegas, seperti ketegasan Rasulullah SAW ketika berdakwah kepada kerabatnya.
Berani, seperti keberanian Rasulullah SAW ketika berdakwah kepada kaum Quraisy yang masih menyembah berhala.
Bersabar, seperti kesabaran Rasulullah SAW ketika dihina oleh kaum Quraisy.

Pantang putus asa, seperti kegigihan Rasulullah SAW walaupun dakwahnya ditolak keras, tetapi beliau terus berdakwah sampai islam tegak di tanah Arab.