MAKALAH INVERTEBRATA DAN VERTEBRATA

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Hewan atau disebut juga dengan binatang adalah kelompok organisme yang diklasifikasikan dalam kerajaan Animalia atau metazoa, adalah salah satu dari berbagai makhluk hidup di bumi. Sebutan lainnya adalah fauna dan margasatwa (atau satwa saja). Hewan dIalam pengertian sistematika modern mencakup hanya kelompok bersel banyak (multiselular) dan terorganisasi dalam fungsi-fungsi yang berbeda (jaringan), sehingga kelompok ini disebut juga histozoa. Semua binatang heterotrof, artinya tidak membuat energi sendiri, tetapi harus mengambil dari lingkungan sekitarnya.

Dunia hewan, berdasarkan ada tidaknya tulang belakang dikelompokkan menjadi hewan bertulang belakang (vertebrata) dan hewan tak bertulang belakang (Avertebrata). Kelompok hewan avertebrata mempunyai ciri-ciri tidak bertulang belakang, susunan syaraf terletak di bagian ventral (perut) di bawah saluran pencernaan, umumnya memiliki rangka luar (eksoskeleton) dan otak tidak dilindungi oleh tengkorak.



Rumusan Masalah

Apa itu hewan invertebrata dan bagaimana klasifikasinya?
Apa itu hewan vertebrata dan bagaimana klasifikasinya?
Tujuan

Untuk mengetahui hewan invertebrata dan bagaimana klasifikasinya
Untuk mengetahui hewan invertebrata dan bagaimana klasifikasinya




Metode Penulisan

Metode penulisan yang digunakan penulis dalam penyusunan makalah ini menggunakan studi kepustakaan yang bersumber dari berbagai media buku maupun media cetak/elektronik yang sesuai dengan materi yang akan dibahas.



BAB II

PEMBAHASAN



INVERTEBRATA

Kelompok hewan invertebrata mempunyai ciri-ciri tidak bertulang belakang, susunan syaraf terletak di bagian ventral (perut) di bawah saluran pencernaan, umumnya memiliki rangka luar (eksoskeleton) dan otak tidak dilindungi oleh tengkorak.

Berikut adalah kelompok hewan yang termasuk  invertebrata :

Porifera
Ciri-ciri morfologinya antara lain:

tubuhnya berpori (ostium)
multiseluler
tubuh porifera asimetri (tidak beraturan), meskipun ada yang simetri radial.
berbentuk seperti tabung, vas bunga, mangkuk, atau tumbuhan
warnanya bervariasi
tidak berpindah tempat (sesil)
Ciri-ciri anatominya antara lain:

memiliki tiga tipe saluran air, yaitu askonoid, sikonoid, dan leukonoid
pencernaan secara intraseluler di dalam koanosit dan amoebosit
Klasifikasi:

Hexactinellida
Memiliki spikula yang tersusun dari silika. Tubuhnya kebanyakan berwarna pucat. Contohnya adalah Euplectella.

Demospongiae
Memiliki rangka yang tersusun dari serabut sponging. Tubuhnya berwarna cerah karena mengandung pigmen amoebosit. Pigmen ini berfungsi untuk melindungi tubunya dari sinar matahari. Bentuk tubuhnya tidak beraturan. Contoh: Hippospongia

Calcarea
Memiliki rangka yang tersusun dari kalsium karbonat. Tubuhnya kebanyakan berwarna pucat dengan bentuk seperti vas bunga,dompet,kendi. Contoh spesies: Sycon raphanus





Coelenterata
Coelenterata (dalam bahasa yunani, coelenteron = rongga) adalah invertebrata yang memiliki rongga tubuh.Rongga tubuh tersebut berfungsi sebagai alat pencernaan (gastrovaskuler).Coeleanterata disebut juga Cnidaria (dalam bahasa yunani, cnido = penyengat) karena sesuai dengan cirinya yang memiliki sel penyengat.Sel penyengat terletak pada tentakel yang terdapat disekitar mulutnya.

Coelenterata memiliki struktur tubuh yang lebih kompleks.Sel-sel Coelenterata sudah terorganisasi membentuk jaringan dan fungsi dikoordinasi oleh saraf sederhana.

Kelas-kelas yang termasuk dala filum Coelenterata adalah:

Hydrozoa
Hydrozoa adalah kelas dari anggota hewan tak bertulang belakang yang termasuk dalam filum Cnidaria. Sebagian besar hewan Hydrozoa hidup di laut dan berkoloni. Siklus hidup sebagian besar Hydrozoa mencakup tahap polip yang aseksual dan tahap medusa yang seksual. Contoh hewan: Hydra

Scyphozoa
Ubur-ubur adalah sejenis binatang laut yang termasuk dalam kelas Scyphozoa. Tubuhnya berbentuk payung berumbai, dapat membuat gatal pada kulit bila tersentuh. Bereproduksi secara aseksual dan seksual. Contoh spesiesnya: Chrysaora fruttescens

Anthozoa
Anthozoa berarti hewan yang bentuknya seperti bunga atau hewan bunga, yang meliputi anemon laut serta hewan-hewan karang. Anthozoa hidup sebagai polip. Contoh spesies: Anemon laut





Platyhelminthes
Tubuh pipih dosoventral dan tidak bersegmen. Umumnya, golongan cacing pipih hidup di sungai, danau, laut, atau sebagai parasit di dalam tubuh organisme lain. Cacing golongan ini sangat sensitif terhadap cahaya,  triploblastik, hermafrodit, aselomata.

Klasifikasi:

Turbellaria
Tubellaria atau juga disebut Cacing Berambut Getar adalah kelas dari anggota hewan tak bertulang belakang yang termasuk dalam filum Platyhelminthes. Salah satu contoh Tubellaria adalah Planaria sp. Cacing ini bersifat karnivor dan dapat ditemukan di perairan, genangan air, kolam, atau sungai. Biasanya cacing ini menempel dibatuan atau di daun yang tergenang air. Beberapa Turbellaria melakukan gerakan berombak untuk berenang di air. Contoh spesies: Planaria



Trematoda
Trematoda atau disebut juga Cacing Isap adalah kelas dari anggota hewan tak bertulang belakang yang termasuk dalam filum Platyhelminthes.  Jenis cacing Trematoda hidup sebagai parasit pada hewan dan manusia. Tubuhnya dilapisi dengan kutikula untuk menjaga agar tubuhnya tidak tercerna oleh inangnya dan mempunyai alat pengisap dan alat kait untuk melekatkan diri pada inangnya. Contoh anggota Trematoda adalah Fasciola hepatica (cacing hati). Cacing ini hidup di hati ternak kambing, biri-biri, sapi, dan kerbau. Contoh spesies: Fasciola hepatica


Cestoda
Tubuh cestoda dilapisi kutikula dan terdiri dari bagian anterior (skoleks),leher (stobilus),rantai, proglotid. Contoh spesies: Taenia solium


Nemathelminthes
Nemathelminthes atau cacing gilik / gilig adalah hewan yang memiliki tubuh simetris bilateral dengan saluran pencernaan yang baik namun tidak ada sistem peredaran darah. Nematoda (dari bahasa Yunani nema: “benang” + -ode “seperti” adalah sebuah filum. Filum ini merupakan salah satu filum yang beranggotakan terbanyak (sekitar 80.000 spesies, 15.000 diantaranya merupakan parasit). Contohnya adalah cacing tambang. Contoh spesies: Ancylostoma duodenale





Annelida
Annelida adalah cacing gelang dengan tubuh yang terdiri atas segmen-segmen dengan berbagai sistem organ tubuh yang baik dengan sistem peredaran darah tertutup. Annelida sebagian besar memiliki dua kelamin sekaligus dalam satu tubuh atau hermafrodit.

Klasifikasi:

Polychaeta
Polyhaeta memiliki sepasang struktur seperti dayung (parapodia) pada setiap segmen tubuhnya. Parapodia berfungsi sebagai alat gerak. Parapodia juga mengandung pembuluh darah halus yang berfungsi untuk bernapas. Setiap parapodium memilki beberapa rambut kaku yang disebut seta yang tersusun dari kitin. Contoh spesies: Nereis acutifolia



Oligochaeta
Oligochaeta ini memiliki rambut yang sedikit. Oligochaeta tidak memiliki parapodia., namun memiliki setqa pada tubuhnya yang bersegmen. Contoh spesies : Pheretima

Hirudinae
Hirudinea tidak memiliki parapodia maupun seta pada segmen tubuhnya. Pada segmen diujung posteriordan anterior terdapat alat penghisap. Alat penghisap digunakan untuk bergerak dan menempel. Sebagian besar Hirudinea merupakan ektoparasit pada permukaan tubuh inangnya. Contoh Hirudinea parasit adalah Haemadipsa (pacet) dan Hirudo (lintah). Contoh : Hirudo



Mollusca
Mollusca adalah hewan bertubuh lunak tanpa segmen dengan tubuh yang lunak dan biasanya memiliki pelindung tubuh yang berbentuk cangkang atau cangkok yang terbuat dari zat kapur untuk perlindungan diri dari serangan predator dan gangguan lainnya. Hidup di air laut, air tawar dan di darat.

Klasifikasi:

Gastropoda
Kelas ini bergerak dengan menggunakan perut. Gastropoda darat mengeluarkan lender dari kaki bagian anterior untuk memudahkan pergerakannya. Tubuh gastropada dilindungi cangkang tunggal. Contoh spesies: Siput (Lymnea sp)

Pelecypoda
Pelecypoda memiliki cirri khas, yaitu kaki berbentuk pipih seperti kapak. Kaki ini dapat dijulurkan dan digunakan untuk melekat di batu dan menggali pasir dan Lumpur. Cangkang pelecypoda tersusun dari lapisan periostrakum, prismatic, nakreas. Contoh : Kerang darah Anadara granosa

Cephalopoda
Kelompok hewan ini seluruhnya hidup di laut dengan berenang/merayap didasar laut. Makanannya berupa kepiting atau invertebrate lain.Pergerakannya dilakukan dengan cara mengisap air memalui sifon masuk ke dalam rongga mantel dan kemudian menyemburkan air keluar melalui sifon keluar. Contoh: Mastigoteuthis flammea











Echinodermata
Echinonermata adalah binatang berkulit duri yang hidup di wilayah laut dengan jumlah lengan lima buah bersimetris tubuh simetris radial. Beberapa organ tubuh echinodermata sudah berkembang dengan baik. Tubuh ditutupi duri yang tersusun atas zat kapur, memiliki daya regenerasi yang tinggi, hidup di laut, berkembang biak secara kawin yang pembuahannya diluar tubuh.

Klasifikasi:

Asteroidea
Asteroidea mempunyai duri yang termodifikasi menjadi bentuk seperti catut disebut pediselaria. Pediselaria mempunyai fungsi untuk menangkap makanan serta melindungi permukaan tubuh dari kotoran. Tubuh asteroida berbentuk seperti bintang yang terdiri dari cakram pusat tersebut. Contoh: Bintang Laut

Ophiuroidea
Ophiuroidea berbentuk seperti bintang ular. Namun lengannya langsing fleksibel. Ophiuroidea tidak memiliki pediselaria. Terdapat betas yang jelas antara cakram pusat dengan lengan-lengannya. Contoh: Ophiothrix fragilis

Echinoidea
Hewan ini pergerakan dibantu oleh kaki ambulakralnya..Echinoidea yang bertubuh bulat memiliki alat pencernaan yang khas yaitu “tembolok’ kompleks yang disebut lentera Aristoteles.



Contoh hewan: Bulu babi

Holothuroidea
Kelas ini dikenal dengan nama timun laut/teripang. Hewan ini tidak berlengan . Tubuhnya memanjang tidak berduri. Contoh spesies: Holothuria mexicana

Crinoidea
Hewan ini berbentuk seperti tumbuhan, tubuhnya bertangkai, dikenal sebagai lili laut. Sedangkan yang tubuhnya tidak bertangkai disebut bintang laut berbulu. Hewan ini tidak memiliki duri. Contoh spesies: Ptilometra australis





Arthropoda
Arthropoda adalah hewan dengan kaki beruas-ruas dengan sistem saraf tali dan organ tubuh telah berkembang dengan baik. Tubuh artropoda terbagi atas segmen-segmen yang berbeda dengan sistem peredaran darah terbuka.







Arthropoda dibagi menjadi 4 kelas, yaitu :

Insecta (Serangga)
Insecta adalah kelompok utama dari hewan beruas (Arthropoda) yang bertungkai enam (tiga pasang); karena itulah mereka disebut pula Hexapoda (dari bahasa Yunani yang berarti “berkaki enam”)

Contoh : kecoa, kupu-kupu, nyamuk, lalat

Crustaceae (Udang-udangan)
Mayoritas merupakan hewan air, baik air tawar maupun laut, walaupun beberapa kelompok telah beradaptasi dengan kehidupan darat, seperti kepiting darat. Kebanyakan anggotanya dapat bebas bergerak, walaupun beberapa takson bersifat parasit dan hidup dengan menumpang pada inangnya.

Tubuh Crustacea terdiri atas dua bagian, yaitu kepala dada yang menyatu (sefalotoraks) dan perut atau badan belakang (abdomen). Bagian sefalotoraks dilindungi oleh kulit keras yang disebut karapas dan 5 pasang kaki yang terdiri dari 1 pasang kaki capit (keliped) dan 4 pasang kaki jalan. Selain itu, di sefalotoraks juga terdapat sepasang antena, rahang atas, dan rahang bawah. Sementara pada bagian abdomen terdapat 5 pasang kaki renang dan di bagian ujungnya terdapat ekor. Pada udang betina, kaki di bagian abdomen juga berfungsi untuk menyimpan telurnya.

Contoh : kepiting, ketam, udang

Arachnoidea (Laba-laba)
Laba-laba, atau disebut juga labah-labah, adalah sejenis hewan berbuku-buku (arthropoda) dengan dua segmen tubuh, empat pasang kaki, tak bersayap dan tak memiliki mulut pengunyah. Laba-laba merupakan hewan pemangsa (karnivora), bahkan kadang-kadang kanibal. Mangsa utamanya adalah serangga.

Tidak semua laba-laba membuat jaring untuk menangkap mangsa, akan tetapi semuanya mampu menghasilkan benang sutera –yakni helaian serat protein yang tipis namun kuat– dari kelenjar (disebut spinneret) yang terletak di bagian belakang tubuhnya. Serat sutera ini amat berguna untuk membantu pergerakan laba-laba, berayun dari satu tempat ke tempat lain, menjerat mangsa, membuat kantung telur, melindungi lubang sarang, dan lain-lain.

Contoh : kalajengking, laba-laba, kutu buku.

Myriapoda (Lipan)
Kelabang adalah hewan yang memiliki sepasang kaki di setiap ruas tubuhnya. Hewan ini termasuk hewan yang berbisa, dan termasuk hewan nokturnal (beraktivitas di malam hari).

Contoh : lipan (kelabang), luwing (kaki seribu)









VERTEBRATA



Vertebrata memiliki tubuh simetris bilateral dengan pembagian tubuh terdiri atas kepala, leher, badan, dan ekor. Meskipun demikian, ada pula anggota Vertebrata tidak berleher dan tidak berekor. Vertebrata memiliki susunan ruas tulang belakang (Kolumna Vertebralis) dan memiliki otak di dalam kranium (tulang tengkorak).

Tubuh vertebrata adalah simetris bilateral dengan sistem alat tubuh yang beruas ruas. Vertebrata mempunyai endoskeleton (ragka dalam) dengan ruas tulang belakang sebagai kerangka penguat tubuh. Pada kerangka melekat otot-otot kerangka. Kulit vertebrata berlapis-lapis, yang terdiri atas epidermis (bagian kulit yang paling luar) dan dermis (kulit bagian dalam).

Vertebrata terdiri atas dua super kelas, yaitu Pisces dan Tetrapoda. Pisces dibagi menjadi tiga kelas yaitu Agnatha (Cyclostomata), Chrondrichthyes, dan Osteichthyes. Tetrapoda dibagi menjadi empat kelas yaitu Amphibia, Reptilia, Aves, dan Mamalia



Pisces
Pisces (ikan) hidup di dalam air. Suhu tubuh pisces tidak tetap (berdarah dingin) atau disebut poikiloterm. Tubuh pisces terbagi atas kepala dan badan atau kepala, badan, dan ekor. Kulit (cutis) terdiri atas dermis dan epidermis, pada umumnya bersisik.

Di sepanjang sisi tubuh terdapat titik perasa (gurat sisi), untuk mengetahui arus dan tekanan dalam air. Endoskeleton (rangka dalam) terdiri atas tulang rawan atau tulang sejati. Pisces memiliki sepasang tulang rahang, kecuali Agnata (ikan tak berahang).

Klasifikasi pada superkelas Pisces:

Kelas Agnata, ciri-ciri:
Tidak memiliki rahang
Tidak mempunyai alat gerak
Sirip tidak berpasangan
Rangka tersusun atas tulang rawan
Jantung dua ruang






Contoh: Petromyzon marinus (ikan lamprey laut), Eptatretus goliath (ikan hag)

















Kelas Chondrichtyes, ciri-ciri:
Bertulang rawan
Memiliki rahang
Alat gerak sepasang
Sirip berpasangan
Jantung dua ruang
Mulut berada di bagian ventral
Mempunyai celah insang
Kulit bersisik atau tanpa sisik
Ovipar dan fertilisasi internal
Contoh: Squalus acanthias (ikan hiu) Dasyatis sp. (ikan pari)



Kelas Osteicthyes, ciri-ciri:
Bertulang keras (bertulang sejati)
Memiliki rahang
Jantung dua ruang
Mempunyai tutup insang (operkulum)
Mulut berada di bagian anterior
Sirip berpasangan
Ovipar dan fertilisasi eksternal
Pada ordo Dipnoi, selain bernapas dengan insang juga dengan gelembung udara (pulmosis)
Contoh: Chanos chanos (ikan bandeng), Cyprinus carpio (ikan mas), Hippocampus sp. (kuda laut)









Amphibia
Amphibia termasuk hewan poikiloterm (berdarah dingin). Tubuhnya terbagi atas kepala dan badan atau kepala, badan dan ekor. Kulitnya lembab berlendir, terdiri dari dermis dan epidermis. Warna kulit bermacam-macam karena adanya pigmen di dalam dermis (biru, hiaju, hitam, coklat, merah, dan kuning) tepat di bawah epidermis. Amphibia mempunya 2 lubang hidung yang berhubungan dengan rongga mulut. Penghubung rongga mulut dan rongga hidung disebut koane. Sedangkan antara rongga mulut dan telinga terdapat rongga penghubung disebut eustachii.

Amphibia terdiri dari tiga ordo, yaitu Anura, Urodela, dan Apoda. Berikut ketiganya:

Ordo Anura, ciri-ciri:
Tidak berekor
Mempunyai kaki
Contoh: Rana limnocharis (katak sawah), Bufo melanostictus (bangkong)













Ordo Urodela, ciri-ciri:
Berekor
Mempunyai kaki
Contoh: Ambystoma tigrinum (Salamander macan)







Apoda
Berekor
Tidak mempunyai kaki
Contoh: Ichthyopis glutinosus (Salamander cacing)









Reptilia
Tubuh hewan Reptilia terdiri atas kepala, leher, badan, dan ekor. Kuit reptilia kering, bersisik terbuat dari zat tanduk yang berfungsi mencegah dehidrasi ketika udara kering. Reptilia termasuk hewan poikilotermal, yaitu suhu tubuh menyesuaikan dengan suhu lingkugan. Hewan reptilia hidup di darat tetapi ada beberapa hewan yang hidup di air. Mereka bernapas dengan menggunakan insang. Alat gerak pada hewan reptilia adalah otot-otot bersegmen.

Kelas reptilia terdiri atas empat ordo, yaitu Rynchocephalia, Chelonia, Crocodila, dan Squamata. Berikut penjelasannya:

Ordo Rynchocephalia
Ordo ini kebanyakan sudah menjadi fosil dan merupakan reptilia primitif. Kelompok ini merupakan reptilia primitif dan tertua sehingga disebut fosil hidup.

Contoh: Sphennodon punctatus (tuatara)









Ordo Chelonia
Hewan kelompok ordo chelonia bertubuh pendek dan lebar yang dilindungi krapaks (tempurung bagian atas) dan plastron (tempurung bagian bawah).

Contoh: Chelonia midas (penyu), Chelonidis carbonaria (kura-kura)

Ordo Crocodila
Hewan kelompok crocodila memiliki kulit yang tebal dan terbuat dari zat tulang. Crocodila menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam air dan menghirup udara melalui lubang hidung. Ketika di dalam air, Crocodila mampu menutup faringnya dengan lidah sehingga air tidak masuk ke paru-paru.

Contoh: Crocodylus porosus (buaya)

Ordo Squamata
Ordo squamata merupakan kelompok hewan bersisik yang dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu Lasertilia dan Ophidia.

Lasertilia mempunyai lidah yang daat dijulurkan dan kelopak mata dapat dipejamkan. Alat geraknya berupa dua pasang kaki. Contoh hewan kelompok inni yaitu Lacerta agilis (kadal), Varanus komodoensis (komodo)













Ophidia pada umumnya tidak berkaki sehingga pergerakannya dilakukan oleh otot tubuh. Ophidia mampu menelan mangsanya yang berukuran lebih besar kaarena tulang segiempat dari tulang kepala dan tulang rahang bawah dihubungkan oleh ligamentum yang elastis. Contoh hewan kelompok ini yaitu Naja sputatrik (ular cobra), Phyton reticulatus (ular sanca)

Aves
Aves  memiliki suhu badan homoiterm (suhu badan tetap, tidak terpengaruh suhu lingkungan). Memiliki tubuh berbulu melindungi tubuh dan bulu yang membentuk sayap digunakan untuk terbang. Tulangnya berongga sehingga ringan. Berkembang biak secara bertelur (ovipar) dan pembuahan di dalam tubuh.  Telur aves bercangkang dan memiliki kuning telur yang besar. Bernafas dengan paru-paru dan memiliki pundi-pundi udara yang membantu pernafasan saat terbang.

Kelompok Aves dibagi menjadi beberapa ordo, yaitu:

Galliformes
Kelompok ini memiliki kaki untuk mengais dan berlari, serta memiliki paruh yang pendek. Contoh: Pavo cristatus (burung merak), burung kalkun













Ratites
Merupakan kelompok aves yang tak dapat terbang karena tulang dadanya tidak memiliki taju. Contoh: burung kasuari, burung kiwi





Columbiformes
Merupakan kelompok burung pemakan biji-bijian yang berparuh pendek. Kelompok ini memiliki tembolok yang besar, sel epitelnya mudah mengelupas dan diberikan kepada anaknya semasa masih kecil lewat paruhnya. Contoh: Columba fasciata (merpati), Geopelia struata (perkutut)



Passeriformes
Kelompom ini dikenal sebagai burung penyanyi karena memiliki kotak suara yang berkembang baik. Memiliki tiga jari kaki menghadap ke depan dan satu jari mengarah ke belakang. Bentuk kaki tersebut memudahkan burung untuk bertengger. Contoh: Serinus canaria (burung kenari)



Mamalia
Ciri khas dari mammalia adalah memiliki kelenjar susu. Susu dihasilkan oleh kelenjar (mammae) yang terdapat  di daerah perut atau dada. Mammalia disebut juga hewan menyusui karena menyusui anaknya.

Tubuh mammalia tertutup oleh rambut yang berfungsi sebagai insulasi yang memperlambat pertukaran panas dengan lingkungan, segabai indera peraba antara lain pada kumis, sebagai pelindung dari gesekan maupun sinar matahari, sebagai penyamar atau pertahanan untuk melindungi dari mangsa, dan sebagai penciri kelamin.

Mammalia berkembang biak dengan cara melahirkan (vivipar). Hewan ini memiliki suhu tubuh homoiterm (suhu tubuh tetap) dan bernafas dengan paru-paru. Mammalia memiliki otak yang lebih berkembang dibandingkan dengan hewan vertebrata yang lain.

Mamalia dibagi menjadi beberapa ordo, yaitu:

Monotremata
Merupakan mamalia bertelur, berambut, dan menyusui anaknya. Anggota kelompok ini antara lain landak (Echidna) memiliki moncong panjang dan Platypus sp. yang memiliki moncong pipih serta kaki yang berselaput untuk berenang





Carnivora
Merupakan mamalia pemakan daging. Mamalia tersebut memiliki gigi yang bertaring besar dan panjang serta cakar yang tajam. Contoh hewan kelompok ini antara lain harimau, kucing, anjing, dan serigala



Rodentia
Kelompok ini mempunyai gigi seri seperti pahat yang tumbuh terus menerus. Hewan yang termasuk anggota Rodentia adalah tikus, tupai, maarmut, dan hamster.



Cetacea
Merupakan satu ordo pada mamalia yang hidup di laut. Bentuk tubuhnya seperti ikan, tidak ada rambut, tidak ada daun telinga, dan tidak ada tungkai belakang. Contoh Cetacea adalah paus, lumba-lumba laut.



Sirenia
Merupakan hewan herbivora akuatik yang tidak memiliki tungkai belakang dan tungkai depan seperti dayung. Sirenia memiliki kulit tebal dengan sedikit rambut. Hewan yang termasuk sirenia adalah sapi laut.



Primata
Kelompok ini memiliki tangan dan kaki berjari lima. Jari-jari tersebut memiliki kuku tetapi tidak bercakar. Contoh hewan ordo primata adalah orang utan, kera ekor panjang.





DAFTAR PUSTAKA



Jati, Wijaya. 2007. Aktif Biologi Pelajaran Biologi untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Ganeca Excact.



Nugroho, Nina Teja Suryani. Buku Ajar Acuan Pengayaan Biologi untuk SMA/MA Semester 2 Kelas X. Solo: CV. Sindunata.



Rizki, Irfansyah. 2013. Pembagian Jenis Hewan Vertebrata dan Avertebrata. http://irfansyahrizqi.blogspot.com/2013/02/pembagian-jenis-hewan-vertebrata-dan.html (online) diakses tanggal: 26 September 2014.