Makalah Pemuliaan Hewan Lengkap

 BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
      Tugas dalam pembuatan makalah ini yang memuat judul pemuliaan hewan jelas dilatar belakangi oleh guru yang memberikan kami tugas, materi terkait tentang pemuliaan hewan sangatlah bermanfaat bagi masyarakat yang menggeluti dunia peternakan, maka kami sangat mengharapkan agar terselesainya makalah ini tidak hanya menguntungkan diri kami sendiri dengan mendapatkan nilai,akan tapi juga dapat memberikan manfaat yang besar bagi setiap pembacanya,naik yang bergerak dalam bidang peternakan, bahkan orang-orang yang baru ingin menggaluti kegiatan ini.

B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimanakah cara / dasar-dasar pemuliaan hewan ?
2.      Peranan dan Manfaat Pemuliaan Hewan ?
3.      Jenis-jenis Pemuliaan Hewan
C.     TUJUAN
1.      Untuk mengetahui dasar-dasar pemuliaan hewan.
2.      Untuk mengetahui Peranan dan Manfaat Pemuliaan Hewan
3.      Untuk mengetahui Jenis-jenis Pemuliaan Hewan



BAB II
 PEMBAHASAN

A.    LANDASAN TEORI
      Pemuliaan atau dalam bahasa inggrisnya breeding,merupakan kegiatan manusia dalam memelihara tumbuhan atau hewan untuk menjaga kemurniaan galur atau ras serta memperbaiki produksi atau kualitasnya.Sejak abat ke 20, pemuliaan telah menerapkan banyak prinsip dan metode genetika serta ilmu-ilmu turunannya.

B.     PEMULIAAN HEWAN
 Pemuliaan hewan merupakan kegiatan dalam peternakan atau pemeliharaan hewan lainnya yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas individu maupun populasi hewan yang bersangkutan untuk karakteristik yang diinginkan manusia. Karena kebanyakan hewan yang dimuliakan adalah ternak, istilah pemuliaan ternak juga kerap dipakai.
      Dalam pemuliaan hewan, diperlukan dasar-dasar pengetahuan yang baik mengenai pemeliharaan, biologi reproduksi, genetika, biostatistika, dan, dalam perkembangan terkini, biologi molekuler serta bioinformatika. Metode klasik yang digunakan adalah persilangan dan seleksi populasi yang dikenal sebagai penangkaran selektif.
      Tujuan pemuliaan pada hewan sama dengan pemuliaan pada tumbuhan yaitu untuk mendapatkan hewan bibit unggul. Beberapa cara pemuliaan hewan adalah melalui iseminasi buatan dan kloning.
      Pemuliaan juga merupakan kegiatan dalam peternakan atau pemeliharaan hewan lainnya yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas individu maupun populasi hewan yang bersangkutan untuk karakteristik yang diinginkan manusia. Karena kebanyakan hewan yang dimuliakan adalah ternak, istilah pemuliaan ternak juga kerap dipakai.

      Dalam pemuliaan hewan, diperlukan dasar-dasar pengetahuan yang baik mengenai pemeliharaan, biologi reproduksi, genetika, biostatistika, dan, dalam perkembangan terkini, biologi molekuler serta bioinformatika. Metode klasik yang digunakan adalah persilangan dan seleksi populasi yang dikenal sebagai penangkaran selektif.
      Perintis dasar-dasar teori pemuliaan hewan adalah Sewall Wright, Jay Lush, dan Charles Henderson. Beberapa teori mereka kembangkan pun digunakan dalam beberapa teknik persilangan dan analisis di bidang pemuliaan tanaman, khususnya tanaman yang berpenyerbukan silang.
      Sejalan dengan tingkat kemajuan pembangunan maka kebutuhan manusia terus meningkat. Pemenuhan kebutuhan pangan meliputi karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin dan hormon. Penelitian dan penerapan hasil penelitian di berbagai bidang ilmu dan teknologi terus diupayakan dan dikembangkan agar pemenuhan kebutuhan terwujud.
Di pihak lain manusia dalam usaha memenuhi kebutuhan hidupnya berusaha memanfaatkan segala sistem yang ada di sekitarnya. Salah satu sistem yang sangat penting adalah Sistem Bio-Sosio-Ekonomi yang (Download dalam bentuk file, bernama peternakan.
      Sistem ini sangat penting karena menghasilkan bahan pangan manusia yang bergizi tinggi, yaitu protein hewani. Oleh karena itu melalui peternakan manusia tidak henti-hentinya mengusahakan peningkatan produksi ternak yang berupa protein hewani, baik berupa daging, susu dan telur. Usaha-usaha tersebut antara lain melalui penerapan ilmu dan teknologi beternak yang disebut pemuliaan ternak. Setelah komputer diciptakan maka perkembangan dan penerapan pemuliaan ternak makin maju dengan pesat.
      Komputer adalah suatu alat elektronika yang dikembangkan untuk membantu menyelesaikan pekerjaan dan memecahkan persoalan yang dihadapi oleh manusia dalam mencoba mengikuti perkembangan, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Komputer mempunyai bagian utama perangkat keras dan perangkat lunak yang berupa paket program, namun yang paling penting adalah ketrampilan manusia, pemakai komputer tersebut. Karena alat ciptaan manusia maka komputer dibuat sedemikian rupa sehingga dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan manusia yang makin lama semakin meningkat, baik kuantitas maupun kualitasnya. Oleh karena itu komputer harus dapat memenuhi syarat dari sudut kemampuan menyelesaikan pekerjaan ditinjau dari kuantitas dan kualitasnya.
      Pemanfaatan sistem komputer di berbagai bidang kehidupan manusia sudah sejak lama dimulai. Pemanfaatan tersebut antara lain untuk, memecahkan masalah, analisis data dan simulasi. Khusus di bidang pemuliaan ternak manfaatan komputer di gunakan dalam program pencatatan produksi, penaksir hasil seleksi, analisis data untuk penaksiran parameter genetik untuk tujuan peningkatan produksi melalui peningkatan mutu genetik.

C.    PERANAN DAN MANFAAT PEMULIAAN HEWAN
      Dalam berbagai kepustakaan dapat ditelusuri bahwa pemuliaan hewan dikembangkan mulai tahun 1760 dan dilaksanakan oleh Robert Bakewell di Inggris. Pengembangan dimulai dengan ternak kuda, domba dan sapi. Keberhasilannya terletak pada tiga hal, yaitu pertama, dia telah menetapkan sasaran yang dia inginkan misal mendapatkan sapi potong yang berbentuk pendek dan cepat dewasa yang waktu itu belum ada.
      Kedua, dia tidak menjual ternak jantan tetapi meminjamkannya kepada peternak lain dan peminjam mengembalikannya apabila pejantan tersebut mewariskan mutu genetik yang baik. Ketiga, membiakkan ternak yang baik dengan yang baik, tanpa menghiraukan hubungan kekerabatan yang ada. Sebagai akibatnya sering dilak-sanakan perkawinan silang dalam yakni perkawinan antar saudara. Silang dalam tersebut mengarah dihasilkannya trah yang relatif murni, meskipun tanpa diikuti pencatatan.
      Metode Backewell ditiru secara luas dan mulai ditetapkan syarat-syarat trah. Trah yang relatip murni tersebut dibawa ke Amerika, kemudian dibiakkan murni dan disilangkan dengan rumpun lokal.
      Asosiasi trah mulai dibentuk pada periode 1870 - 1900, mempunyai andil besar dalam pengembangan pemuliaan ternak atau perbaikan genetik ternak. Periode ini ditandai dengan pengembangan buku registrasi untuk menjamin kemurnian trah diikuti dengan semangat kompetitif oleh berbagai asosiasi trah. Terjadilah penyisihan ternak berdasar kemurnian trah sesuai dengan syarat yang ditetapkan oleh asosiasi meskipun belum berdasar pada keunggulan genetik. Namun tetap diakui bahwa sumbangan asosiasi tersebut sangat besar terhadap perkembangan peternakan di Amerika.
      Periode setelah asosiasi trah adalah pengembangan inseminasi buatan (IB). Spallanzani pada tahun 1780 melaksanakan IB pada anjing, kemudian pada 1899 di Rusia dikembangkan pada ternak dan mulai 1930 di coba di Eropa. Inseminasi buatan pada sapi perah di mulai 1938 oleh Perry di New Jersey Dairy Extension Service. Ide lB menyebar ibarat seganas api dan banyak dibentuk organisasi atau kelompok IB (Warwick dan Legates, 1979)
Periode setelah 1971 keberhasilan IB mulai dilaporkan oleh Departemen Pertanian Amerika. Dilaporkan bahwa IB telah digunakan pada 8643.089 ekor sapi, 3620 pejantan digunakan untuk menginseminasi rata-rata 3620 ekor sapi betina (7 juta lebih sapi perah dan 1 juta lebih sapi pedaging). Pada tahun 1971 penggunaan semen beku mulai didaftar. Sampai 1987 Program lB telah dilaporkan dapat membantu meningkatkan efektivitas penerapan pemuliaan ternak dengan seleksi dan sistem perkawinan.

D. JENIS-JENIS PEMULIAAN HEWAN
1.      Inseminasi buatan (kawin suntik)
            Inseminasi buatan (IB)  atau disebut juga dengan kawin suntik merupakan suatu trobosan yang boleh dikatakan baru dalam membantu peternak untuk meningkatkan hasil produksi. Sekarang IB diIndonesia boleh dikatakan sudah mulai memasyarkat, khususnya pada sapi. Karena sudah banyak masyarakat yang tahu dan melakukan IB pada ternak mereka.
            IB dapat kita artikan sebagai suatu proses pemasukan sperma dengan beberpa perlakuan pada sperma sebelumnya kedalam vagina hewan yang sedang birahi. Pada abad ke 14 seorang pangeran dari negri arab dalam peperangan mengambil semen pada kuda musuh yang baru saja dikawinkan dengan menggunakan tampon kapas, kemudian tampon kapas tersebut dimasukkannya kedalam saluran reproduksi kudanya yang sedang birahi. Hasilnya kuda betina tersebut bunting, inilah sekilas kisah awal tentang IB.

Tujuan IB
·         Memperbaiki mutu genetik dan fenotipe hewan.
·         Menghemat waktu dan biaya karena pejantan tidak diharuskan dibawa ketempat yang diperlukan.
·         Meningkatkan kelahiran dalam waktu yang dibutuhkan
·         Mencegah penularan penyakit
·         Mengoptimalkan penggunaan pejantan unggul dalam  jangka waku yang lama dan penyebarannya lebih luas.

Adapun keuntungan dan kerugian IB itu sendiri, yaitu:
KEUNTUNGAN
   
KERUGIAN
Menghemat biaya produksi

   
Dapat terjadi infeksi pada saluran kelamin apabila terjadi pendarahan saat inseminasi
Tidak diharuskan mencari pejantan

   
Kebuntingan tidak akan terjadi apabila identifikasi birahi tidak dilakukan dengan benar
Kebuntingan/kelahiran dapat diatur
   
Kesulitan melahirkan apabila induknya kecil sedangkan bibit yang dimasukkan berukuran besar
Sperma dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama
   
Terjadinya kawin sedarah apabila bibit yang digunakan tidak dipantau
Menghindari ternak / hewan tertular penyakit

   
Sifat genetik dan fenotipe menurun apabila bibit yang digunakan tidak dipantau


2.      Kloning
            Kloning merupakan teknik penggandaan gen yang menghasilkan keturunan yang sama sifat baiknya dari segi hereditas maupun penampakannya.
            Kloning merupakan proses membuat (reproduksi) individu baru melalui rekayasa genetika secara aseksual (tanpa pertemuan sel sperma dan ovum). Selama ini reproduksi aseksual hanya terjadi pada bakteri, serangga, cacing planaria, tanaman. Dengan perkembangan bioteknologi, para ahli genetika menemukan cara reproduksi makhluk tanpa harus melalui proses pertemuan sperma dan sel ovum yakni dengan mereplikasi (meng-copy) fragmen DNA yang akan dikloning dari sel suatu makhluk hidup seperti sel rambut, tulang, otot, dll.


BAB III
PENUTUP

A.     KESIMPULAN
      Kualitas dari tanaman yang dihasilkan itu tergantung bibit awal yang diperoleh sehingga untuk mendapatkan hasil tanaman ataupun hewan yang unggul, maka kita usahakan untuk mendapatkan bibit yang terbaik. Untuk mendapatkan ini diperlukan usaha yang intensif, yang hal ini telah dimulai dari nenek moyang kita dahulu yang berupaya untuk mendapatkannya dengan cara melakukan pemuliaan baik itu pada tumbuhan maupun hewan. Dan sampai sekarang cara itu masih dilakukan untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

B.     SARAN
     Makalah ini merupakan makalah yang berisi informasi dan wawasan mengenai Pemuliaan Hewan. Kami mengharapkan agar pembaca dapat lebih memahami tentang informasi yang terkandung dalam makalah ini. Oleh sebab itu, makalah ini sebaiknya dibaca dengan cermat dan teliti agar pembaca dapat benar-benar memahami isinya dan dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari


DAFTAR PUSTAKA

Nurhayati, Nunung (2010). Biologi Bilingual untuk SMK Kelas XII. Bandung: Penerbit Yrama Widya
http://www.wikipedia.org/
http://www.faperta.ugm.ac.id/buper/prodi/pemuliaan
http://id.wikipedia.org/wiki/Pemuliaan_hewan
http://fp.uns.ac.id/~hamasains/pemuliaan_hewan.htm