MAKALAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN Tentang

BAB I. PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah
Pembangunan jangka panjang pada hakekatnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat/seluruh rakyat indonesia. Mengingat bahwa Indonesia merupakan negara Agraris yang mana sebagian besar penduduknya masih menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Oleh karena itu tidaklah mengherankan sektor pertanian ditetapkan sebagai motor penggerak pertumbuhan yang mampu meningkatkan pendapatan petani dan mampu mengentaskan kemiskinan. Perkembangan/pembangunan sektor pertaniaan bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para petani melalui peningkatan produksi dan produktivitas.
Sektor pertanian/agribisnis perlu dikembangkan karena dapat meningkatkan kesempatan kerja,untuk meningkatakan pendapatan masyarakat, pendistribusian pendapatan yang merata dapat memperluas pangsa pasar.
Melalui bimbingan dan penyuluhan yang dilaksanakan oleh pemerintah diharapkan para petani semakin giat melakukan diversifikasi tanaman serta dapat berupaya secara maksimal dalam meningkatkan mutu bibit, ketepan pola tanan maupun pemasaran hasil pertanian sehingga ketergantungan terhadap impor dapat di kurangi.
Perekonomian Kabupaten Konawe masih berbasis agrobisnis, hal ini dapat dilihat dari sumbangan sektor pertanian terhadap PDRB Kabupaten Konawe. Pada tahun 2008 sektor pertanian mampu memberiakan kontribusi yang cukup besar sekitar 37.55% atau 875.647,34 dari total PBRB Kabupaten Konawe sebesar 2.331.745,79.
B.  TUJUAN PENULISAN
1.        Untuk mengetahui perkembangan produksi pertanian di Konawe.
2.        Untuk mengetahui uasaha apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
3.        Untuk mengetahui seberapa besar peranan pertanian terhadap perekonomia.
C.  RUMUSAN MASALAH
Ruang lingkup masalah yang dibahas dalam makalah ini adalah:
1.    Bagaimana perkembangan produksi pertanian di Kabupaten Konawe?
2.    Kebijakan apa yang perlu dilakukan oleh semua pihak untuk meningkatkan kesejahteraan petani?
BAB II. KAJIAN TEORI

Ahli ekonomi David Ricardo mengemukakan pentingnya pembangunan pertanian dalam pertumbuhan perekonomian, sebab pembangunan industri tergantung pada sektor pertanian. Dengan demikian perlunya pengembangan disktor pertanian karena peertanian mempunyai peranan dalam perekonomian.
Pertanian merupakan usaha pengolahan lahan, bercocok tanam. Dalam pertanian luas lahan sangat mempengaruhi dan tingkat kesuburan tanah juga sangat menentukan hasil produksi pertanian.
Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi pertanian pada kelompok komoditi usaha tani adalah:
· Lahan
· Tenga kerja
· Benih unggul
· Pupuk
· Pertisida
· Obat-obat perangsang tumbuhan lainnya
· Kelembagaan













BAB III. PEMBAHASAN DAN ANALISA

3.1 PERTANIAN DAN PRODUKSI
TANAMAN PANGAN
Di Kabupaten Tanah Datar, basis ekonomi rakyat telah tumbuh dan berkembang dari sektor pertanian dengan luas wilayah 136.600 Ha, lebih dari 52,40% lahan digunakan untuk budidaya pertanian. Dengan potensi pertanian yang cukup besar, secara agloklimat dan geografis, Kabupaten Konawe dimungkinkan untuk mengembangkan komoditi-komoditi yang bernilai ekonomi tinggi karena Kabupaten Konawe memiliki sumber daya pertanian yang cukup banyak. Sebagai daerah agraris, sektor pertanian merupakan pilar utama peningkatan ekonomi kerakyatan, strategi yang dapat dilakukan disektor ini adalah meningkatkan daya saing dan menjaga kontinuitas produk yang dihasilkan.
Supaya dapat meningkatkan produksi pertanian guna meningkatka kesejahteraan petani terlebih dahulu kita harus mengetahui komoditi unggulan yang dapat di kembangkan di Kabupaten Tanah Datar. Sub sektor tanaman pangan merupakan salah satu sub sektor unggulan daerah. Jenis komoditi yang dihasilkan pada sektor ini adalah tanaman padi, jagung,kacang tanah, ubi jalar, ubi kayu, kedele dan kacang tanah.
Produksi Komoditi Tanaman Pangan Kabupaten Konawe
Tahun 2007-2008(ton)
No
KOMODITI UNGGULAN
2007
2008
1
Padi
230.095,56
232.311,35
2
Jagung
15.110,50
19.408,48
3
Ubi Jalar
12.249,41
12.031,76
4
Ubi Kayu
12.149,00
16.409,90
5
Kedele
52,55
40,64
6
Kacang Tanah
1.187,25
1.769,15
Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa komoditi tanaman pangan unggulan selama tahun 2007-2008 Yng mengalami peningkatan yaitu komoditi padi,jagung,ubi kayu dan kacang tanah, sedangkan komoditi ubi jalar dan kedele mengalami sedikit penurunan. Padi sebagai komoditi unggulan di Kabupaten Konawe berperan penting secara strategis dan politis, terutama dalam pengalaman dan ketahanan pangan oleh karena itu memerlukan perhatian khusus baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
B.  TANAMAN HOLTIKULTURA
Produksi pertanian di Kabupaten Konawe cukup menjanjikan, komoditi Hortikultura juga mempunyai potensi yang cukup besar di kembangkan sebagai usah agribisnis. Berdasarkan besarnya pangsa pasar, nilai ekonomis, luas areal, produksi dan kesesuaian agro-ekologi. Maka dapat di kelompokkan sejumlah komoditas unggulan nasional dan daerah antara lain kentang, kubis, cabe merah, bawang merah dan tomat. Untuk bisa meningkatakan produksi komonitas ini, perlu mengetahui kecamatan/daerah di Konawe yang menghasilkan komoditas tersebut sehingga dapat dikembangkan.
Sentra Produksi Beberapa Komoditas Sayuran
Kabupaten Konawe tahun 2008
No
Komoditas
Wilayah Sentra Produksi (kecamatan)
1
Cabe
Seluruh kecamatan
2
Daun bawang
Kec. Amonggedo
3
Tomat
Kec. Tongauna
4
Kubis
Kec. Xasimua
5
Bawang merah
Kec. Asimua
6
Bucis
Kec. pondidaha
7
Sawi
Kec. wonggeduku
8
Kentang
Kec. wonggeduku
9
Wortel
Kec. wonggeduku
10
Terung
Kec. Meluhu
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui daerah/kecamatan yang dapat dikembangkan sehingga produktivitas produktivitas dapat ditingkatkan dan kesejahteraan petani dapat membaik.
Komoditas hortikultura yang terdiri dari tanaman buah-buahan, sayur-sayuran merupakan komoditas yang sangat prospektif untuk dikembangkan mengingat potensi cukup besar di Kabupaten wonggeduku.



Luas Tanam, Produksi dan Produktifitas Komoditi Sayuran
Di Kabupaten Konawe Tahun 2008
No
Jenis Produksi
Luas Tanam
(Ha)
Produksi
(Ton)
Produktivitas
(Ton/Ha)
1
Cabe
1.177
6.979,6
4,34
2
Tomat
300
5.883,4
11,43
3
Pisang
531
6.554,0
31,0
4
Bawang daun
780
8.000,1
9,54
5
Rambutan
483
1.285,3
12
6
Kubis
561
15.593,4
32,95
7
Buncis
601
2.925,4
4,07
8
Wortel
329
5156,80
15,17
9
Durian
849
4.492,6
25
10
Alpokat
652
7.947,5
27
11
Sawo
516
12.661,0
38





Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa pada tahun 2007 dan tahun 2008 menunjukkkan peningkatan sebagian besar produksi hortikultura. Komoditas buah-buahan di Kabupaten Konawe mempunyai keunggulan komperatif untuk di kembangkan, antara lain: sawo, pisang, alpukat, rambutan dan durian. Sawo merupakan komoditas buah-buahan spesifik karena kesesuaian agro-ekologi yang tinggi.

3.2 ANALISIS S.W.O.T
Pada analisis SWOT ini menggambarkan kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman proyek yang akan dipergunakan untuk perusahaan seperti di bawah ini:

STRENGHTS (S)
WEAKNESS (W)
Kondisi
internal
Kondisi
Eksternal
- Keadaan alam yang mendukung, tanah yang subur.
- Area pertanian yang luas
- Sumberdaya pertanian yang cukup banyak
- Rendahnya tingkat pengetahuan dan pendidikan petani
- Tenaga kerja yang tidak terdidik
- Minimnya modal
- Peralatan pertanian yang digunakan masih tradisional
- Kurangnya komunikasi yang tercipta antara pemerintah dengan masyarakat
OPPORTUNITIES (O)
SO
WO
- Bisa menghasilkan produk unggulan
- Bisa mengembangkan usaha pertanian menuju usaha agrobisnis
- Menghasilkan unggulan yang bisa di promosikan ke daerah lain
- Dapat memperluas lapangan kerja dengan mengembangkan usaha pertanian menuju agribisnis
- Melakuan penyuluhan, pelatihan dan bimbingan terhadap petani
- Mempermudah petani dalam memperoleh modal dan memberikan tingkat suku bunga yang rendah terhadap pinjaman yang diberikan kepada petani
THREATS (T)
ST
WT
- Cuaca yang tidak mendukung/perubahan iklim
- Produk pertanian mudah rusak/busuk
- Kurangnya kesadaran petani untuk meningkatkan produktivitas( faktor malas)
- Masalah hama
- Mengolah hasil pertanian menjadi produk olahan, produk setengah jadi atau produk jadi
- Memberikan motivasi kepada petani untuk meningkatkan produktivitas
- Memberikan pertisida atau racun untuk pemberantasan hama yang mengganggu tanaman petani
- Menggunakan peralatan
Pertanian yang modren/canggih
- Menciptakan komunikasi yang baik antara petani dan pemerintah


BAB IV. IMPLIKASI KEBIJAKAN

Pembangunan pertanian harus dapat meningkatkan kesejahteraan petani, meningkatkan daya saing dan kemandirian pangan, untuk dapat mewujudkan harapan ini beberapa kegiatan strategis yang harus di lakukan adalah:
Ø Reformasi Agraria
peningkatan luas garapan ini di perlukan program reformasi agraria. Reformasi agraria memerlukan keputusan politik karena menyangkut berbagai aspek. Oleh karena itu perlu di lakukan upaya serius dengan berbagai instansi baik pemerintah maupun swasta.
Ø Perkembangan Industri Agro
Pengembangan agro industri memiliki prospek yang cerah untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian. Walau masih banyak dijumpai kendala, denga kerjasama semua pelaku usaha pertanian, diharapkan agro industri memeberikan kontribusi positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dimasa yang akan datang agroindustri dapat menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional.
Ø Swasembada Pangan
Ø Penggunaan alsintan dan pemanfaatan air secara maksimal
Ø Dilaksanakannya peningkatan produktivitas perhektar melalui perbaikan mutu benih, penerapan pemakaian pupuk sesuai aturan dan pengendaliaan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).
Ø Harus dirubah sistem pertanian tradisional ke sistem moderen dengan penerapan teknologi penerapan penangkaran benih, pergiliran varietas dan pola tana, pemurnian varietas unggulan,spesifik lokasi dan penggunaan pupuk organik.
Ø Pemberian dana penguatan modal masyarakat
Modal merupakan kendala bagi petani, kurangnya modal yang mereka meliki sehingga petani sulit mengembangkan usahanya sehingga produktivitas semakin menurun yang berdampak pada menurunannya kesejahteraan petani, karena itu perlunya program pemerintah yang memberikan bantuan modal kepada masyarakat dengan tingkat bunga yang rendah.
Ø Pemberian penyuluhan terhadap petani
Ø Perlu adanya kebijakan pemerintah yang berpihak kepada petani,
BAB IV. PENUTUP

A.  KESIMPULAN
Kesejahteraan masyarkat merupakan tujuan dari pembangunan ekonomi, indonesia sebagai negara agraris yang hampir 2/3 penduduk nya bermata pencarian sebagai seorang petani. Jadi tidaklah salah jika pertanian menjadi motor penggerak perekonomian, yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat/petani, mampu memberantas kemiskinan, meningkatkan daya saing dan kemandirian pangan. Untuk mewujudkan harapan tersebut perlu dilakukan beberapa stategi diantaranya:
a. Reformasi Agraria
b. Pengembangan Industri Agro
c. Melakukan Swasembada Pangan
Industri agro dapat menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional karena:
a) Industri pengolahan mampu mengubah kemampuan komparatif menjadi keunggulan kompetitif
b) Agroindustri memiliki keterkaitan yang besar baik kehulu maupun kehilir sehingga mampu menarik sektor lain.
c) Memiliki basis bahan baku lokal (keunggulan komparatif)sehingga terjamin keberlanjutannya.
d) Berpeluang mengubah struktur ekonomi nasional dari pertanian ke industri.
B. SARAN
Melihat besar nya peranan sektor pertanian dalam perekonomian maka perlunya perhatian yang besar dari semua pihak baik dari pemerintah , swasta , lembaga penunjang lainnya termasuk para petani itu sendiri.







DAFTAR PUSTAKA

Badan Pusat Statistik, Konawe Dalam Anggka,2007
Badan Pusat Statistik, Konawe Dalam Anggka,2008
www.BPS.go.id
www.google.co.id
Jhingan,Ekonomi dan Perencanaan, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta