Ketua Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab di antara massa yang berbaris menuju Gedung DPR pada sebuah protes anti-Ahok di Jakarta, 10 November 2014.

Kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Selasa (01/11), Plt Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono menegaskan bahwa sekolah dan kantor akan tetap buka seperti biasa.
"Saya tegaskan sehubungan berkembangnya ada (rencana demonstrasi 4 November) sekolah atau kantor libur atau tidak libur, saya tegaskan Pemprov DKI tidak membuat instruksi meliburkan sekolah. Sekolah tetap berjalan dan Pemprov akan berjalan seperti biasanya, pelayanan publik juga tetap buka," kata Soni.
Bahkan, Soni juga melarang pegawai negeri sipil untuk ikut serta dalam aksi demonstrasi tersebut.
Kasus Ahok: Bisakah polisi atasi tekanan dan intervensi politik?
Mabes Polri siagakan 7.000 personel amankan protes 'tangkap Ahok'
Pelaporan Ahok atas tuduhan menghina agama dan pemilih
Beberapa orang tua murid juga tak mendengar kabar apa-apa mengenai persiapan khusus dari sekolah anaknya menjelang 4 November.
"Tidak ada persiapan apa-apa, mungkin karena lokasinya agak di pinggir kota, jadi tidak terpengaruh," kata Wardah, orang tua murid. Begitu pula dengan Dian Vita yang sekolah anaknya terletak di kawasan Jakarta Selatan.
"Setahu saya, sekolah anak saya masih masuk Jumat nanti," kata Vita.
Alasan keamanan
Namun, ada juga sekolah yang sudah memutuskan untuk libur pada 4 November nanti, lebih karena alasan keamanan, bukan agar anak didik mereka bisa ikut berdemonstrasi.
Meski peliburan sekolah itu atas dasar keamanan, orang tua murid, Albert Neumann, tak sepakat dengan keputusan tersebut.
"Ini hanya politik. Secara pribadi, saya merasa bahwa tak sepatutnya sekolah tutup karena politik," kata Neumann.
"Demonstrasi ini direncanakan untuk hari Jumat, sekarang kita belum tahu akan sebesar apa, belum ada analisis objektifnya, dan tipikal bagi sekelompok massa untuk mencoba mencapai tujuan mereka dengan menakut-nakuti publik sebelum aksi. Jika bisnis dan sekolah tutup karena khawatir akan apa yang mungkin terjadi, maka para demonstran itu sudah menang," kata Neumann.
Neumann menegaskan bahwa dia tidak keberatan jika ada alasan keamanan yang kemudian membuat sekolahnya libur, "tapi setidaknya keputusan itu bisa diambil pada satu atau dua hari sebelum aksi, setelah ada informasi lebih jelas akan sebesar apa aksi demonstrasinya".
Sebelumnya, salah seorang pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Ahmad Sobri Lubis, mengatakan, pihaknya berkomitmen bahwa unjuk rasa akan berlangsung tertib, tetapi tidak bisa menjamin selama tuntutan mereka tidak dilaksanakan.
"Selama ini komitmen aksi berjalan damai. Kita tidak ada niatan atau tujuan untuk kerusuhan, tidak ada,"
Dia meminta, pada demo Jumat mendatang, Presiden Jokowi dapat menerima tim perwakilan yang akan menuntut agar kasus dugaan penistaan agama dengan terlapor Ahok untuk ditindaklanjuti secara cepat.
"Kalau itu dilakukan secara cepat, semua (pengunjuk rasa) bisa pulang dengan tertib dan baik. Tapi kalau ternyata dia (presiden) tidak mau menerima atau tetap mempertahankan Ahok, tidak juga diizinkan ditangkap, ya, wajar-wajar saja kalau orang marah," kata Sobri.