Hadits Tentang Pernikahan


DARI HADITS RASULULLAH SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM

"Datang 3 orang ke rumah istri-istri Rasulullah, mereka bertanya tentang ibadah Nabi (di dalam rumahnya). Tatkala mereka diberitahu, seakan-akan mereka menganggap apa yang mereka kerjakan amatlah sedikit sekali dibanding amalan Rasulullah, mereka mengatakan : "Dimanakah letak kita dibanding Nabi? Padahal Allah telah mengampuni dosa-dosa beliau yang telah berlalu dan yang akan datang." Maka salah seorang dari mereka mengatakan : "Adapun aku, aku akan shalat malam selama-lamanya." Berkata yang lainnya : "Aku akan berpuasa dan tidak akan pernah berbuka." Sedangkan yang lainnya mengatakan : "Aku akan meninggalkan wanita, aku tidak akan menikah selama-lamanya." Kemudian datanglah Rasulullah menemui mereka, beliau bertanya; "Kalian yang mengatakan seperti ini dan itu? Demi Allah, Aku adalah orang yang paling takut dan paling bertakwa kepada Allah diantara kalian, akan tetapi aku berpuasa dan aku berbuka, aku shalat dan aku tidur, dan akupun menikahi para wanita. Siapa saja yang tidak senang dengan sunnahku maka dia tidak termasuk dari golonganku." (HR. Bukhari, Muslim, An-Nasa'i dan Ahmad)

“Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah” (HR. Tirmidzi)

“Wahai para pemuda, siapa saja diantara kalian yang telah mampu untuk kawin, maka hendaklah dia menikah. Karena dengan menikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah dia berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu bisa menjadi perisai baginya” (HR. Bukhari-Muslim)

"Dijadikan kecintaan bagiku dari dunia kalian : Wanita dan wewangian dan dijadikan kesejukan pandangan mataku dalam shalat." (HR. An-Nasa'i dan Ahmad)

“Sesungguhnya dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia ini adalah wanita (isteri) yang sholehah”. (HR. Muslim)

“Wanita itu dinikahi karena 4 hal : karena hartanya, keturunan (nasab)nya, kecantikan dan agamanya. Maka pilihlah wanita yang beragama niscaya kamu akan beruntung” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Ibnu Majah)

“Janganlah seorang laki-laki berdua-duan (khalwat) dengan seorang perempuan, karena pihak ketiga adalah syaithan” (HR. Abu Dawud)

“Janganlah seorang laki-laki dan wanita berkhalwat, sebab syaithan menemaninya. Janganlah salah seorang di antara kita berkhalwat, kecuali wanita itu disertai mahramnya” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abdullah Ibnu Abbas).

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah tidak melakukan khalwat dengan seorang wanita yang tidak disertai mahramnya, karena sesungguhnya yang ketiga adalah syetan” (Al Hadits)
“Apabila datang melamar kepada kalian (meminta kalian untuk menikahkan dengan salah seorang putri atau saudari kalian) seseorang yang kalian ridhoi agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Apabila kalian tidak mau melakukannya niscaya akan timbul fitnah dan kerusakan besar di muka bumi” ( HR. At-Tirmidzi)

“Barang siapa yang diberi istri yang sholihah oleh Allah, berarti telah ditolong oleh-Nya pada separuh agamanya. Oleh karena itu, hendaknya ia bertaqwa pada separuh yang lain” (HR. Al-Hakim dan At-Thohawi)

“Jadilah istri yang terbaik. Sebaik-baiknya istri, apabila dipandang suaminya menyenangkan, bila diperintah ia taat, bila suami tidak ada, ia jaga harta suaminya dan ia jaga kehormatan dirinya” (Al Hadits)

“Tiga orang yang pasti akan ditolong oleh Allah :

  1. Orang yang menikah untuk menjaga kehormatan dirinya.
  2. Budak yang ingin membebaskan dirinya dari tuannya.
  3. Orang yang berjihad fi sabilillah”
  4. (HR. Tirmidzi, An-Nasa'i, Ahmad dan Ibnu Majah)
“Wahai generasi muda! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud) 
“Nikahlah kalian dengan wanita-wanita yang penyayang lagi subur (yang mampu beranak), sebab aku akan membanggakan jumlah kalian di hadapan umat-umat yang lain pada hari kiamat” (HR. Abu Dawud) 
"Sesungguhnya tidaklah kamu menginfakkan sesuatu dengan mengharap wajah Allah melainkan kamu akan diberi pahala atas hal itu, hingga satu suapan yang kamu masukkan ke dalam mulut isterimu." (HR.Bukhari-Muslim) 
“Sesungguhnya, apabila seorang suami memandang isterinya (dengan kasih & sayang) dan isterinya juga memandang suaminya (dengan kasih & sayang), maka Allah akan memandang keduanya dengan pandangan kasih & sayang. Dan apabila seorang suami memegangi jemari isterinya (dengan kasih & sayang) maka berjatuhanlah dosa-dosa dari segala jemari keduanya” (HR. Abu Sa’id) 
“Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan)”
(HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah) 
“Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah” (HR. Bukhari) 
“Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang” (HR. Abu Ya'la dan Thabrani) 
“Rasulullah bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka” (Al Hadits) 
“Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarokahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barokah dan menambah kebarokahan itu padanya” (HR. Thabrani) 
“Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama” (HR. Ibnu Majah) 
“Wanita yang paling agung barakahnya, adalah yang paling ringan maharnya” (HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad yang shahih) 
“Jangan mempermahal nilai mahar. Sesungguhnya kalau lelaki itu mulia di dunia dan takwa di sisi Allah, maka Rasulullah sendiri yang akan menjadi wali pernikahannya.” (HR. Ashhabus Sunan) 
“Sesungguhnya berkah nikah yang besar ialah yang sederhana belanjanya (maharnya)” (HR. Ahmad) 
“Adakanlah perayaan sekalipun hanya memotong seekor kambing.”
(HR. Bukhari dan Muslim) 
“Rasulullah melarang laki-laki yang menolak kawin (sebagai alasan) untuk beralih kepada ibadah terus.” (HR. Bukhari) 
“Rasulullah bersabda kepada Ali : “Hai Ali, ada tiga perkara yang janganlah kamu tunda-tunda pelaksanaannya, yaitu shalat apabila tiba waktunya, jenazah bila sudah siap penguburannya, dan wanita (gadis atau janda) bila menemukan laki-laki sepadan yang meminangnya.” (HR. Ahmad) 
“Seorang janda yang akan dinikahi harus diajak bermusyawarah dan bila seorang gadis maka harus seijinnya (persetujuannya), dan tanda persetujuan seorang gadis ialah diam (ketika ditanya). “(HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah) 
“Hendaklah kalian menikah dengan wanita yang masih perawan, sebab mereka itu lebih riang percakapannya dan lebih banyak melahirkan serta lebih rela menerima (pemberian) yang sedikit.” (HR. Ibnu Majah dan Ath-Thabrani) 
“Janganlah seorang isteri memuji-muji wanita lain di hadapan suaminya sehingga terbayang bagi suaminya seolah-olah dia melihat wanita itu.” (HR. Bukhari) 
“Seorang isteri yang ketika suaminya wafat meridhoinya maka dia (isteri itu) akan masuk surga. “(HR. Al Hakim dan Tirmidzi) 
“Hak suami atas isteri ialah tidak menjauhi tempat tidur suami dan memperlakukannya dengan benar dan jujur, mentaati perintahnya dan tidak ke luar (meninggalkan) rumah kecuali dengan ijin suaminya, tidak memasukkan ke rumahnya orang-orang yang tidak disukai suaminya. “(HR. Ath-Thabrani) 
“Tidak sah puasa (puasa sunnah) seorang wanita yang suaminya ada di rumah, kecuali dengan seijin suaminya. “(Muttafaq’alaih) 
“Tidak dibenarkan manusia sujud kepada manusia, dan kalau dibenarkan manusia sujud kepada manusia, aku akan memerintahkan wanita sujud kepada suaminya karena besarnya jasa (hak) suami terhadap isterinya.” (HR. Ahmad) 
“Apabila di antara kamu ada yang bersenggama dengan isterinya hendaknya lakukanlah dengan kesungguhan hati. Apabila selesai hajatnya sebelum selesai isterinya, hendaklah dia sabar menunggu sampai isterinya selesai hajatnya. “
(HR. Abu Ya’la) 
“Seburuk-buruk kedudukan seseorang di sisi Allah pada hari kiamat ialah orang yang menggauli isterinya dan isterinya menggaulinya dengan cara terbuka lalu suaminya mengungkapkan rahasia isterinya kepada orang lain. “(HR. Muslim)

“Talak (perceraian) adalah suatu yang halal yang paling dibenci Allah. “(HR. Abu Dawud dan Ahmad)

“Ada tiga perkara yang kesungguhannya adalah kesungguhan (serius) dan guraunya (main-main) adalah kesungguhan (serius), yaitu perceraian, nikah dan rujuk. “(HR. Abu Hanifah)
“Apabila suami mengajak isterinya (bersenggama) lalu isterinya menolak melayaninya dan suami sepanjang malam jengkel, maka (isteri) dilaknat malaikat sampai pagi. “(Muttafaq’alaih)
“Allah tidak akan melihat (pada hari kiamat) seorang lelaki yang mendatangi laki-laki lain (homoseks) atau yang mendatangii isteri pada duburnya. “

(HR. Tirmidzi)
Semoga bermanfaat
Wallahu a'lam bishshowab
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh