Kapolda Sesalkan Larangan Menambang Dilanggar

Kapolda Sesalkan Larangan Menambang Dilanggar


Kapolda Sesalkan Larangan Menambang DilanggarSIGLI - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak mengaku tidak tahu bahwa Gubernur Aceh nonaktif, dr Zaini Abdullah, ternyata pernah mengeluarkan surat yang berisi larangan membuka tambang tradisional di Geumpang, Kabupaten Pidie. Ia sangat mengesalkan karena larangan itu kini dilanggar warga, sampai kemudian jatuh korban jiwa di lokasi tambang. 
“Saya baru tahu sekarang bahwa di Geumpang mulai ada yang berani membuka kembali tambang emas. Tapi kita tak tahu siapa yang membuka kembali tambang tradisional di pegunungan Geumpang itu,” kata Rio S Djambak saat melakukan kunjungan kerja ke Meuligoe Bupati Pidie, Kamis (17/11). 
Ia menduga, dibukanya kembali secara diam-diam lokasi tambang emas tradisional itu semata-mata atas inisiatif masyarakat dengan alasan untuk mencari rezeki. Padahal, pemerintah telah menginstruksikan tambang tersebut ditutup dan seharusnya memang harus ditutup. 
“Saya juga merasa prihatin dengan adanya korban jiwa yang terjadi ditambang emas Geumpang,” kata Kapolda Aceh didampingi Pelaksana Tugas Bupati Pidie, Dr Munawar A Djalil MA. 
Menurut Rio S Djambak, seharusnya kegiatan yang membahayakan diri sendiri, seperti tambang tradisional ilegal, harus dihindari. Sebab, menggali lubang mencari bongkahan batu yang mengandung bijih emas itu sangatlah berisiko dan mengancam jiwa si penambang. 
“Saya imbau, kalau memang mengancam jiwa, sedianya warga tidak mengerjakannya. Sayang nyawa, hilang secara sia-sia di dalam lubang,” kata Kapolda Aceh didampingi Wakapolda Aceh, Brigjen Pol Bambang Soetjahyo. (naz)