Presiden Minta Para Ulama Ciptakan Kesejukan Umat


Presiden Minta Para Ulama Ciptakan Kesejukan Umat


JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) berharap agar para ulama dapat menciptakan kesejukan bagi umat. Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat bertemu pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), dan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (1/11).

“Hari ini saya mengundang para ulama ke Istana. Silaturahmi antara ulama terus kita jalin, kita pelihara dan kita rawat, kita tingkatkan,” kata Jokowi.

Menurut Jokowi, nasihat dari ulama untuk umat sangatl penting. “Nasihat yang penuh kesejukan dan penuh kedamaian, saya kira sekarang ini sangat dinanti-nanti dari para ulama oleh umat,” ujarnya.

Pada pertemuan tersebut, Presiden didampingi Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno.

Adapun, pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang hadir, di antaranya Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI, Ma'ruf Amin, Sekjen MUI Anwar Abbas, Ketua Umum (Ketum) PBNU Said Aqil Siroj, Sekjen PBNU Helmy Faisal Zaini, Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Muti.

Sebelumnya Ma'ruf Amin menyatakan upaya menjaga bangsa dan negara Indonesia merupakan komitmen bersama. “Kita kan memang menjaga bangsa negara RI ini menjadi komitmen bersama, upaya menjaga negara, kesatuan bangsa harus direspons dengan baik,” katanya ketika tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Terkait rencana demo 4 November, Ma'ruf Amin menyatakan pihaknya tidak dapat melarang orang mengikuti demo. “Kalau presiden saja tidak melarang, masak MUI melarang. MUI tidak punya anggota, tidak punya massa MUI itu, yang punya massa ormas,” ujarnya.

Da berharap peserta demo mengikuti ketentuan serta tidak terprovokasi. “Kita menghendaki masyarakat tenang tidak terprovokasi. Supaya ikut peraturan, santun, tidan anarkistis, tidak terprovokasi, tidak merusak,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Said Aqil Siroj sebelum pertemuan. “Demo itu hak seluruh warga negara, asal demokrasi beretika beradab, tidak anarkistis,” katanya.

Dia meminta kalangan NU yang ikut demo, tidak menggunakan atribut NU. “Yang saya larang memakai atribut NU. Karena NU didirikan kiai-kiai bukan untuk demo, tetapi untuk pendidikan kerakyatan,” tegasnya.

Sedangkan Haedar Nashir mengatakan pihaknya menginginkan kehidupan politik nasional tetap elegan dan bermartabat.