Sahih Nasa'i Tentang berwudhu`

Thaharah 1. Dari Anas bin Malik r.a : Nabi saw telah menentukan waktu bagi kita dalam masalah memotong kumis, memotong kuku, mencukur bulu kemaluan dan mencabut bulu ketiak, iaitu; kamu tidak membiarkannya lebih dari empat puluh hari. Pada kesempatan lain Rasulullah saw bersabda, "Empat puluh malam." [Hadis 0014] 2. Dari Abu Qatadah : Rasulullah saw bersabda, "Apabila salah seorang dari kalian buang air kecil, maka jangan menyentuh kemaluannya dengan tangan kanannya." [Hadis 0024] Wudhu’ 3. Dari Umar bin Khathab r.a : Nabi saw bersabda, “Barangsiapa berwudhu’ kemudian memperbaiki wudhu’nya lalu berdoa, ‘Aku bersaksi bahawa tiada Dzat yang berhak disembah selain Allah dan aku bersaksi bahawa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya’ maka akan dibukakan baginya lapan pintu syurga, dan dia masuk dari pintu mana sahaja yang dia kehendaki.” [Hadis 0109] Batal Wudhu’ 4. Dari Abdullah bin Zaid : Diadukan kepada Nabi saw tentang seorang lelaki yang mendapati sesuatu ketika bersolat. Nabi saw bersabda, “Jangan keluar (dari solat) hingga ia mencium bau atau mendengar bunyi (kentut).” [Hadis 0115] Mengingati Mati 5. Dari Anas : Nabi saw bersabda, “Janganlah kalian berdoa untuk mati dan janganlah kalian mengharapkannya. Barangsiapa yang harus berdoa (untuk mati), hendaklah dia berdoa, ‘Ya Allah, hidupkanlah aku selama kehidupan lebih baik bagiku dan wafatkanlah aku selama kematian lebih baik bagiku’.” [Hadis 1821] 6. Dari Abu Hurairah : Nabi saw bersabda, “Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, iaitu kematian.” [Hadis 1823] Saat Ruh Seorang Mukmin Keluar 7. Dari Abu Hurairah r.a : Nabi saw bersabda, “Apabila seseorang mukmin telah didekati ajalnya, para malaikat rahmat datang menemuinya dengan membawa sutera putih. Mereka berkata, ‘Keluarlah kamu (roh) dengan redha dan diredhai menuju rahmat Allah, bau harum dan Rabb yang tidak murka’. Lalu ia keluar seperti bau misik yang paling harum, hingga sebahagian mereka berebut dengan sebahagian yang lain untuk mendapatkannya hingga mereka membawanya sampai di pintu langit. Lalu mereka (penduduk langit) berkata, ‘Alangkah harumnya bau yang kalian bawa ini dari bumi!’ Lalu mereka datang dengannyamenemui roh-roh kaum mukminin. Mereka lebih gembira dengan (kedatangannya) daripada seorang daripada kalian yang didatangi orang yang tidak pernah kelihatan. Lalu mereka bertanya kepadanya, ‘Apa yang telah dilakukan oleh oleh si fulan? Apa yang telah dilakukan oleh si fulan?’ Mereka berkata, ‘Biarkanlah dia kerana dahulu dia berada dalam kesusahan dunia.’ Jika dia bertanya, ‘Tidakkah ia datang menemui kalian?’ Mereka menjawab, ‘Dia dibawa ke tempat asalnya yang dalam (neraka Hawiyah)’. Dan, sungguh seorang yang kafir jika telah didekati ajalnya, para malaikat azab datang dengan membawa kain kasar. Mereka berkata, ‘Keluarlah kamu dengan murka dan dimurkai menuju siksa Allah-Azza wa Jalla-‘. Lalu ia keluar seperti bau bangkai yang paling busuk, hingga mereka membawanya sampai di pintu bumi. Lalu mereka berkata, ‘Alangkah busuknya bau ini!’ Hingga mereka membawanya menemui roh orang-orang kafir.” [Hadis 1832] Larangan Mencaci Orang yang Telah Meninggal Dunia 8. Dari Aisyah : Nabi saw bersabda, “Janganlah kalian mencaci orang-orang yang telah meninggal dunia, kerana mereka telah sampai kepada apa yang telah mereka lakukan (pembalasan amal).” [Hadis 1935] 9. Dari Anas bin Malik : Nabi saw bersabda, “Tiga perkara yang akan menyertai mayit; Keluarga,Harta dan Amal Perbuatannya, lalu yang dua kembali iaitu keluarga dan hartanya dan satu yang tetap bersamanya, iaitu; Amal Perbuatannya.” [Hadis 1936] Pertanyaan Dalam Kubur 10. Dari Anas bin Malik : Nabi saw bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba jika telah diletakkan di dalam kuburannya dan para sahabat telah berpaling, ia benar-benar mendengar bunyi terompah mereka.” Nabi saw bersabda lagi, “Lalu dua malaikat mendatanginya, keduanya (malaikat) mendudukkan orang tersebut lalu bertanya kepadanya, ‘Apa yang kamu katakana pada orang ini (yakni Nabi saw)? Adapun orang mukmin, maka ia menjawab, ‘Aku bersaksi bahawa ia adalah hamba Allah dan Rasul-Nya’, lalu dikatakan kepada orang tersebut, ‘Lihatlah tempat tinggal mu di neraka, sungguh Allah telah menggantikannya dengan tempat tinggal di syurga’.” Nabi saw bersabda, “Maka ia melihat kedua-duanya.” [Hadis 2049] Penambahan : (Nabi saw bersabda, “Adapun orang kafir dan munafik, maka dikatakan kepadanya, ‘Apa yang kamu katakan tentang orang ini?’ Maka ia akan menjawab, ‘Aku tidak tahu. Dahulu aku mengatakan sebagaimana yang dikatakan oleh banyak orang’. Lalu dikatakan kepadanya, ‘Engkau tidak tahu dan engkau tidak membaca’. Kemudian ia dipukul dengan sekali pukulan di bahagian antara kedua telinganya, lalu ia menjerit dengan jeritan yang dapat didengar oleh makhluk lain selain jin dan manusia.”) [Hadis Muttafaq alaih juga Nasa’i [Hadis 2050] dengan rujukan hadis di atas] Siksa Kubur 11. Dari Ibnu Umar : Nabi saw bersabda, “Inilah orang yang kerananya arsy bergerak, pintu-pintu langit dibuka dan tujuh puluh ribu malaikat menyaksikannya. Sungguh ia telah di himpit dengan sekali himpitan kemudian dilepaskan.” [Hadis 2054] 12. Dari Al Barra’ : ‘Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat’ (Surah Ibrahim [14] : 27) Dia berkata, ‘Ayat ini turun menerangkan tentang siksa kubur’. [Hadis 2055] Bulan Ramadhan 13. Dari Abdullah bin Abbas : Rasulullah saw adalah manusia paling dermawan dan beliau akan tampak lebih dermawan pada bulan Ramadhan; ketika Jibril menemuinya. Jibril menemuinya setiap malam pada bulan Ramadhan dan mengajarkan Al-Quran. Ibnu Abbas berkata : Rasulullah saw ketika ditemui Jibril a.s lebih dermawan dalam hal kebaikan daripada angin yang berhenbus. [Hadis 2094] 14. Dari Abu Hurairah : Rasulullah saw bersabda, “Jika masuk bulan Ramadhan, pintu-pintu syurga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup dan syaitan-syaitan dibelenggu.” [Hadis 2096] 15. Dari Anas : Rasulullah saw bersabda, “Makan sahurlah kalian, kerana sesungguhnya dalam sahur itu terdapat berkah.” [2145] 16. Dari Amru bin al-Ash : Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya perbezaan antara puasa kita dan puasa ahli kitab adalah makan sahur.” [2165] Keutamaan Orang Berpuasa 17. Dari Abu Hurairah : Rasulullah saw bersabda, “Semua amal perbuatan anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa, ia untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh aroma mulut orang berpuasa lebih harum disisi Allah pada hari kiamat dari aroma minyak kasturi.” [2217] 18. Dari Sahl bin Sa’d : Rasulullah saw bersabda, “ Bagi orang-orang yang berpuasa ada sebuah pintu di syurga yang dinamakan Ar-Rayyan, tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut selain mereka. Jika orang terakhir dari mereka telah masuk, pintu itu ditutup, orang yang masuk melalui pintu itu pasti minum dan orang yang telah minum tidak akan dahaga selamanya.” [2235] 19. Dari Abu Hurairah : Nabi saw bersabda, “Barangsiapa berpuasa sehari di jalan Allah, maka Allah Azza wa Jalla akan menjauhkan wajahnya dari api neraka selama tujuh puluh tahun.” [2245] Sedekah 20. Dari Abu Hurairah : Rasulullah saw bersabda, “Sebaik-baik sedekah ialah yang diambil dari sisa keperluan sendiri dan mulailah (memberi sedekah) orang yang menjadi tanggunganmu.” [2543] 21. Dari Abu Mas’ud : Nabi saw bersabda, “Jika seseorang memberikan nafkah kepada keluarganya dan ia mengharapkan pahalanya, hal itu adalah sedekah baginya.” [2544] 22. Dari Asma’ binti Abu Bakar : Nabi saw bersabda, “Janganlah kamu menghitung-hitungnya (sedekah), maka Allah Azza wa Jalla akan menghitung-hitung atas dirimu.” [2549] 23. Dari Asma’ binti Abu bakar : Ia mendatangi Nabi saw lalu bertanya, ‘Wahai Nabi Allah! Aku tidak memiliki sesuatu pun kecuali apa yang Az-Zubair berikan kepadaku, lalu apakah aku berdosa jika memberikan sebahagian dari apa yang ia berikan kepadaku?’ Maka Nabi saw bersabda, “Berikanlah semampumu dan jangan bakhil, maka Allah Azza wa Jalla akan bakhil atas dirimu.” [2550] 24. Dari Adi bin Hatim : Nabi saw bersabda, “Takutlah kalian terhadap api neraka, meskipun dengan (menyedekahkan) separuh biji kurma.” [2551] Sembunyi dan Terang-terangan Dalam Bersedekah 25. Dari Uqbah bin Amir : Rasulullah saw bersabda, “Orang yang mengeraskan (menguatkan) bacaan Al-Quran seperti orang yang terang-terangan dalam bersedekah dan orang yang membaca Al-Quran dengan lirih (perlahan) seperti orang yang sembunyi-sembunyi dalam bersedekah.” [2560] 26. Dari Abu Dzar : Nabi saw bersabda, “Tiga golongan yang Allah Azza wa Jalla tidak akan berbicara dengan mereka pada hari kiamat, tidak melihat mereka serta tidak menyucikan mereka, dan bagi mereka (tiga golongan itu) siksa yang pedih.” Lalu Nabi saw membacanya. Abu Dzar berkata, ‘Mereka gagal mendapat pahala dan merugi (sangat rugi) kerana mendapat azab, mereka gagal dan merugi (dalam kerugian).’ Nabi saw bersabda, “Orang yang menjulurkan kainnya sampai di bawah mata kakinya, orang yang menawarkan barang dagangannya dengan sumpah palsu dan orang yang menyebut-nyebut pemberiannya.” [2562] Orang yang Meminta Atas Nama Allah Azza wa Jalla 27. Dari Ibnu Umar : Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang meminta perlindungan dengan nama Allah, maka berilah ia perlindungan; barangsiapa yang meminta kepada kalian atas nama Allah, maka berilah ia; barangsiapa yang meminta jaminan atas nama Allah maka berilah ia jaminan; Dan barangsiapa yang melakukan kebaikan untuk kalian, maka balaslah ia. Jika kalian tidak mendapatkan, maka berdoalah untuknya, hingga kalian mengetahui bahawa kalian telah membalasnya.” [2566] Orang Fakir yang Sombong 28. Dari Abu Hurairah : Rasulullah saw bersabda, “Tiga golongan yang Allah Azza wa Jalla tidak akan berbicara dengan mereka pada hari kiamat; (1) orang tua yang berzina (2) orang fakir yang sombong dan (3) imam yang pendusta.” [2574] Meminta-minta 29. Dari Abu Hurairah : Rasulullah saw bersabda, “Sungguh salah seorang di antara kalian mengikat satu ikat kayu bakar, dibawa di atas punggungnya lalu menjualnya, itu lebih baik dari meminta-minta kepada seseorang; baik orang itu member atau menolaknya.” [2583] 30. Dari Ibnu Umar : Rasulullah saw bersabda, “Seseorang selalu meminta-minta, hingga pada hari kiamat kelak tidak sepotong daging pun ada pada wajahnya.” [2584] 31. Dari Abu Sa’id Al-Khudri : Sekelompok orang meminta-minta pada Nabi saw, lalu beliau memberikan kepada mereka. Kemudian mereka meminta-minta lagi, maka beliau memberikan kepada mereka, hingga ketika apa yang beliau (Nabi saw) telah habis. Nabi saw bersabda, “Aku tidak memiliki harta lagi dan jika aku punya (ada harta) tidak akan ku simpan dari kalian (pasti diberikan kepada peminta). Barangsiapa menjauhkan diri dari (meminta-minta), nescaya Allah Azza wa Jalla akan menjauhkan dirinya dari semua yang tidak halal; dan barangsiapa bersabar, nescaya Allah akan memenuhi segala keperluannya. Tidaklah seseorang diberikan suatu pemberian yang lebih baik dan lebih luas dari kesabaran.” [2587] Jihad 32. Dari Anas r.a : Nabi saw bersabda, “Perangilah kaum musyrikin dengan harta, tangan dan lisan kalian.” [3096] 33. Dari Abu Hurairah r.a : Nabi saw bersabda, “Barangsiapa yang mati sedangkan ia belum pernah berjihad dan tidak mempunyai keinginan untuk berjihad, maka ia mati dalam satu cabang kemunafikan.” [3097] 34. Dari Abdullah bin Amr r.a, ia berkata : Ada seorang lelaki yang datang kepada Rasulullah saw minta izin kepada beliau untuk berjihad, maka beliau (saw) bersabda, “Apakah kedua orang tua mu masih hidup?” Ia menjawab, ‘Ya.’ Rasulullah (saw) bersabda, “Kalau begitu, berjihadlah pada keduanya.” [3103] 35. Dari Muawiyah bin Jahimah As-Sulami, (katanya) : Bahawasanya Jahimah datang kepada Nabi saw dan bertanya, ‘Wahai Rasululullah, aku ingin berperang dan aku datang untuk meminta pendapat engkau?’ Rasulullah saw bertanya, “Apakah engkau masih memiliki ibu?” Ia menjawab, ‘Ya.’ Maka Beliau (saw) bersabda, “Maka tetaplah bersamanya, kerana sesungguhnya syurga itu di bawah kedua kakinya.” [3104] 36.Dari Abu Musa Al-Asy’ari r.a : Ada seorang Aran Badwi datang kepada Rasulullah saw dan berkata, ‘Ada seseorang yang berperang untuk dipuji, seseorang berperang untuk mendapatkan harta rampasan perang dan seseorang berperang agar kedudukannya dilihat. Siapakah (diantara mereka) di jalan Allah? Nabi saw menjawab, “Barangsiapa yang berperang untuk meninggikan kalimat Allah, maka ia berada di jalan Allah.” [3136] 37. Dari Abu Hurairah r.a : Rasulullah saw bersabda, “Orang yang mati syahid tidak mengalami sakitnya terbunuh, melainkan seperti salah seorang dari kalian merasakan cubitan.” [3161] 38. Dari Sahl bin Hunaif r.a : Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang memohon mati syahid kepada Allah –Azza wa Jalla- dengan benar (ikhlas dan sepenuh hati), maka Allah akan menyampaikannya pada kedudukan para syuhada, meskipun ia mati di atas tempat tidurnya.” [3162] 39. Dari Uqbah bi Amir r.a : Rasulullah saw bersabda, “Lima keadaan yang barangsiapa diwafatkan dalam keadaan salah satu di antaranya, maka ia syahid; (1). Orang yang terbunuh di jalan Allah adalah syahid, (2). Orang yang tenggelam di jalan Allah adalah syahid, (3). Orang yang mati kerana sakit perut di jalan Allah adalah syahid, (4). Orang yang mati kerana penyakit tha’un (taun) di jalan Allah adalah syahid dan, (5). Wanita yang mati kerana melahirkan (anak) di jalan Allah adalah syahid.” [3163] 40. Dari Salman Al-Khair r.a : Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang melaksanakan ribath (menjaga perbatasan) di jalan Allah sehari semalam, maka baginya seperti pahala puasa dan solat sebulan. Jika mati, maka mengalirlah kepadanya pahala amal yang ia lakukan dan aman dari fitnah, serta dialirkan rezeki kepadanya.” [3168]