Berita Dalam Negeri Apa manfaat politik Ahok dan Rizieq 'bertemu' Raja Salman?

Berita Dalam Negeri Apa manfaat politik Ahok dan Rizieq 'bertemu' Raja Salman?

Undangan Rizieq dipertanyakan 

Bagaimanapun, keputusan pimpinan DPR mengundang pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, untuk menghadiri pidato pemimpin Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz di DPR, Kamis (02/03) disesalkan seorang politikus.
Raja Salman dan JokowiUndangan kepada Rizieq Shihab itu dianggap mengistimewakan yang bersangkutan karena dia saat ini sedang terjerat kasus dugaan penistaan Pancasila dengan status tersangka, kata politikus PDI Perjuangan Eva Sundari. 
Raja Salman dan JokowiHak atas fotoBIRO PERS KEPRESIDENAN
Image caption
Raja Salman dan rombongan diantar menuju mobil yang akan membawa mereka ke Istana Bogor. 
"Karena itu agak aneh, kalau kemudian selera pimpinan untuk mengundang Rizieq Shihab," kata politikus PDI Perjuangan, Eva Sundari kepada BBC Indonesia. 
Sebelumnya, kuasa hukum Rizieq Shihab, yaitu Kapitra Ampera, mengaku bahwa kliennya telah menerima undangan dari pimpinan DPR untuk menghadiri pidato Raja Salman di DPR. 
"Ini undangan dari negara, Insya Allah kita hadir," kata Kapitra kepada wartawan, seraya menambahkan bahwa pimpinan GNPF-MUI juga diundang. 
Namun Kepala subacara protokol DPR, Sulistiono, mengaku belum bisa memastikan apakah Rizieq diundang dalam acara tersebut. 
"Untuk sementara ini, kami masih terus melakukan cross check tentang daftar undangan yang keluar," katanya saat dihubungi melalui telepon. 

Apa komentar Wakil Ketua DPR?

Ditanya siapa yang berhak menentukan undangan dalam acara itu, Sulistiono mengatakan pihaknya hanya melaksanakan keputusan pimpinan DPR dan Setjen DPR. 
Tetapi ketika dikonfimasi, Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, mengaku dirinya juga tidak mengetahui secara pasti apakah Rizieq Syihab masuk dalam undangan.