Berita Dalam Negeri Korban DBD di Pidie Capai 121 Orang

 Berita Dalam Negeri Korban DBD di Pidie Capai 121 Orang

kegiatan-fogging.jpg
SIGLI - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di kabupaten Pidie meningkat selama dua bulan terakhir yang mencapai 121 kasus. Meski belum ada laporan korban meninggal, namun tingginya korban DBD ini mulai mengkhawatirkan karena sifat penyakit ini bisa menular dengan cepat melalui gigitan nyamuk. 
“Jumlah korban DBD ini hasil pendataan di 26 Puskesmas di seluruh Pidie, sudah termasuk pasien DBD yang dirawat di rumah sakit,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) di Dinas Kesehatan Pidie, Turno Junaidi SKM MKM, Rabu (1/3). 
Peningkatan kasus DBD ini menurutnya juga terkait dengan masuknya peralihan musim yang mempercepat pengembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti. Ia menyarankan masyarakat bergotong royong membersihkan lingkungan untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk pembawa virus DBD itu. 
“Petugas Puskesmas juga diminta siaga untuk mengantisipasi meningkatnya korban DBD, serta senantiasa menganjurkan warga untuk segera berobat ketika mengalami demam. Karena jika terlambat ditangani bisa berakibat fatal,” katanya. 
Saat ini, Dinas Kesehatan Pidie sudah menurunkan tim survei untuk penyelidikan awal yang menjadi dasar pengambilan tindakan pengasapan (fogging) ke daerah terjangkit DBD). 
Namun upaya mengantisipasi DBD ini, menurut Turno Junaidi SKM MKM, tidak bisa hanya mengandalkan fogging. Karena fogging hanya memberantas nyamuk tanpa mampu membunuh jentik nyamuk. Sehingga upaya pemberantasan harus dilakukan secara komprehensif dengan mencegah perkembangbiakan nyamuk. 
“Karena itu, warga kami imbau untuk rutin membersihkan tempat/bak air, kaleng bekas atau wadah lainnya yang bisa menampung air hujan. Sebab nyamuk ini mencari tempat berkembang biak di genangan air bersih,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Dinas Kesehatan Pidie ini, kemarin.(aya)