Berita Dalam Negeri Peneliti dan Wartawan Rombongan Raja Salman Kunjungi LIPI

 Berita Dalam Negeri Peneliti dan Wartawan Rombongan Raja Salman Kunjungi LIPI

Peneliti dan Wartawan Rombongan Raja Salman Kunjungi LIPISebanyak 28 pemimpin redaksi, wartawan dan peneliti anggota rombongan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz al-Saud berkunjung ke Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk menjajaki kerja sama riset.  
Pimpinan delegasi itu, President of Saudi Press Agency, Abdullah bin Fahd Al-Hussein mengatakan para peneliti Arab Saudi tertarik untuk membangun kerja sama dengan LIPI di bidang riset agrikultur dan perikanan.  
"Indonesia punya peneliti luar biasa di bidang agrikultur dan perikanan," kata Abdullah saat bertemu dengan pimpinan LIPI di Jakarta, pada Jumat (3/3/2017) seperti dikutip Antara. 
Menurut Abdullah, rencana kerja sama para peneliti Arab Saudi dengan LIPI adalah implementasi salah satu isi dari 11 nota kesepahaman, yang sudah diteken raja Salman dan Presiden Joko Widodo, yakni pengembangan keilmuan dan pendidikan tinggi. 
"Insya Allah itu akan bisa berlanjut ke kerja sama dengan kampus-kampus dan pusat-pusat penelitian," ujar Abdullah.  
Ia berharap kerja sama itu akan segera terealisasi antara para peneliti Arab Saudi dengan LIPI dan lembaga penelitian atau perguruan tinggi Indonesia lainnya.  
Adapun Kepala LIPI, Iskandar Zulkarnain menjelaskan pertemuan ini merupakan kelanjutan dari penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Indonesia dengan Kementerian Pendidikan Kerajaan Arab Saudi.  
"LIPI akan mendukung kerja sama tersebut, dan siap menjajaki kerja sama lebih lanjut," kata dia.  
Kemenristek Dikti memang pernah mengumumkan kerja sama riset dengan Arab Saudi terfokus di bidang pertambangan mineral. Akan tetapi, menurut Iskandar, potensi kerja sama riset bidang-bidang lain, termasuk agrikultur dan perikanan, juga terbuka.  
Ia mencontohkan, "Penelitian mereka untuk tumbuhan yang hidup di tanah kering, seperti yang dilakukan peneliti-peneliti dari King Fahd University. Itu juga bisa dikolaborasikan dengan kita."  
Iskandar mengakui selama ini LIPI belum pernah menjalin kerja sama penelitian dengan Arab Saudi. Kerja sama riset LIPI dengan negara lain baru dengan Jepang, Cina, Jerman, Australia, Belanda, Inggris, Korea, Amerika Serikat dan Belarusia. 
Bidang kerja sama penelitian LIPI dengan pihak asing itu terbanyak terkait dengan riset sumber daya alam, yakni 30 persen. Selain itu, ilmu kebumian 23 persen, multidisiplin 18 persen, teknik 15 persen, ilmu sosial dan kemanusiaan 8 persen dan sains 7 persen. 
Menurut dia, kerja sama Indonesia dan Arab Saudi di bidang akademik baru sebatas pembangunan kapasitas sumber daya manusia lewat program beasiswa pendidikan. Karena itu, menurut dia, kerja sama riset, yang selama ini belum dilakukan antarlembaga, berpeluang segera terealisasi.  
“Kami tunggu kunjungan berikutnya, dari sana baru bisa dilihat isu apa yang bisa ditindaklanjuti."