Pertanian Cara menanam padi organik serta perawatan tanaman padi organik ~ Wonogiri


Mungkin dari para petani banyak yang masih bingung bagaimana cara menanam padi organik. Berikut ini ada beberapa cara yang harus dilakukan untuk menanam padi organik dengan metode Sri. Sebelum pada langkah berikutnya kita perlu ketahui tentang padi. Berdasarkan jenisnya padi terdapat dua jenis padi sawah dan padi gogo yang memiliki perbedaan tentang tidak adanya air.
Cara menanam padi organik serta perawatan tanaman padi organik ~ Wonogiri BerbagiCara menanam padi organik serta perawatan tanaman padi organik ~ Wonogiri Berbagi 
Sebagai pengetahuan untuk menanam padi organik ini yang terdapat disawah ketika padi tumbuh 0- 1500 meter dari permukaan laut dan temperatur 19- 27 derajat celcius dan penuh memerlukan sinar matahari, sedangkan angin memiliki pengaruh terhadap penyerbukan dan pembuahan. 
Pada umumnya tanaman padi menghendaki tanah luur yang subur dengan ketebalan 18 - 22 cm dan pH (Derajat keasaman pada tanah) 4 - 7 dan usahakan untuk pemilihan benih organik dengan menyeleksi layaknya benih yang baik seperti pemilihan bibit padi pada umumnya. 

Berikut ini adalah langkah penanaman padi organik


Penyemaian

  1. Penyemaian benih : pada saat menyemai benih dapat juga dilakukan dengan melakukan seleksi benih yang dimaksud ketika "benih tenggelam dalam air atau mengapung". Untuk benih pada dapat juga digunakan luasan kurang lebih 200 meter persegi dengan perbandingan setengah kilogram.
  2. Pengujian juga dapat dilakukan untuk memastikan benih dengan memasukan kedalam air dengan yang telah diberikan larutan garam. Benih tersebut direndam dalam air selama 24 jam ditiriskan dan diperam 2- 3 hari ditempat lembab hingga calon tunas dan sebaiknya segera disemaikan pada media tanah kemudian menggunakan pupuk kompos 10kg.  Selanjutnya setelah umur 7- 12 benih siap ditanam.

Pengolahan lahan

Seperti pada umumnya untuk pengolahan lahan penanaman padi di sawah dilakukan dengan cara dibajak dan dicangkul, sedangkan pembajakan dapat dilakukan 2 kali pembajakan. Untuk Pembajakan kasar dan memperhalus mencapai 2- 3 hari dan selanjutnya aliri dan direndam dengan air lahan sawah selama 1 hari dan pastikan keesokan harinya benih telah disemai dan telah siap untuk ditanam dengan catatan berumur 7- 12 hari.

Penanaman 

Pada tahap penanaman, sebelum bibit padi ditanamkan perlu dilakukan pembuatan jarak tanam atau (pencaplakan) 25 x 25 cm atau 30 x 30 cm dan perlu diketahui untuk penanaman usahakan jangan terlalu dalam karena akan mempengaruhi gerak akar agar lebih leluasa.

Perawatan

Pada tahap Penanaman, sangat diperlukan menjaga aliran air supaya sawah tidak tergenang terus menerus dan hanya pada pengaliran saja, sehingga perlu dijaga untuk pengairan dengan membuka dan menutup air secara teratur.
Untuk pengairan pada penanaman dangkal tanah tanpa genangan air, sampai anakan 10 - 14 hari, setelah itu isi air sampai menggenang dan tanah tidak terkena sinar matahari selanjutnya dialiri. 
Setelah sekitar satu minggu perlu dilakukan pemupukan jika tidak ada pertumbuhan signifikan, selanjutnya ketika mulai berbunga umur 2 bulan digenangi air dan menjelang panen lahan dikeringkan. 
Untuk pemupukan dapat dilakukan 20 hari setelah tebar dengan menggunakan pupuk kompos 175 - 200 kg dengan tanah dikeringkan dan 27 hari setelah tebar aliri sawah dengan kering dan basah.

Hama padi organik 

Sedangkan yang perlu dilakukan untuk tanaman padi dengan berbagai hama atau penyerangan diantaranya adalah burung, walang sangit, wereng serta daun menguning. Cara yang dilakukan biasanya secara manual dengan membuat orang- orangan sawah untuk hama dan burung, sedangkan untuk penyemprotan dengan pestisida hayati seperti nanas, bawang putih serta kipait atau gadung dan pencabutan pada penyakit daun menguning.