Pertanian Cara membuat Benih Padi Sendiri

Pertanian Cara membuat Benih Padi Sendiri 

Pemilihan benih atau bibit adalah hal yang utama dalam membudidayakan tanaman padi. Pilihlah benih yang sesuai dengan areal lahan yang akan ditanami tanaman padi, untuk sawah yang tadah hujan pilih yang sesuai, begitu juga untuk lahan sawah yang rawa - rawa atau sawahnya selalu ada airnya dan jangan lupa juga untuk memperhatikan air dan sumber air yang terdapat pada lahan yang akan ditanami.

Cara membuat benih padi sendiri.Banyak sekali benih padi saat ini beredar di pasaran. Hanya saja Anda tidak pernah bisa memastikan apakan benih padi tersebut benar-benar berkualitas atau hanya ASPAL. Saya pernah mengalami. Saya membeli benih padi bersertifikasi atau benih padi berlabel namun ketika panen hasilnya tidak seperti yang diharapkan bahkan benih itu tidak tumbuh pada waktu penyemaian di PAWINIAN (perbenihan).
Cara saya yang biasa dilakukan lakukan untuk mendapatkan benih padi kualitas baik, yaitu dengan membuat benih padi sendiri.
Karena petani sering dihadapkan pada persoalan biaya untuk membeli benih unggul bersertifikat. Meskipun Kementerian Pertanian memiliki program penyediaan benih gratis melalui BLBU, SLPTT, dan sejenisnya yang ditujukan untuk membantu penggunaan benih unggul bagi petani, namun belum semua petani bisa menikmati program tersebut tiap musim tanam. Sementara, benih merupakan salah satu dari beberapa komponen utama untuk memperoleh produksi padi yang tinggi. Tapi saya sering juga ding dapat bantuan benih geratis hehehe. Tapi benihnya tidak cukup untuk ditanam di sawah saya, ya terpaksa buat sendiri atau beli di kios pertanian. 

Berikut ini cara membuat benih padi sendiri yang didapat dari panenan sendiri.

Pertama : Melakukan pengambilan padi pada satu bibit / padi yang penanamannya tidak tercampur dengan jenis padi yang lain. Seperti pada poto di bawah yang saya jepret pada area sawah saya, sebelum kegiatan pemanenan padi dilakukan.

Pemanenan pada padi satu bibit

Bibit padi diambil dari tanaman padi satu jenis. Poto jepretan tgl. 3 Agustus 2014 di sawah saya sebelum melakukan pemanenan padi.
Kedua : Melakukan penjemuran padi dengan maksimal , usahakan padi yang akan dijadikan benih tersebut tidak tercampur dengan padi - padi jenis yang lain.

Ketiga : Kemudian Pisahkan benih padi yang bernas dengan yang kosong dengan cara merendam benih padi tersebut selama satu malam agar terpisah antara benih hampa dan yang bernas. Cara tersebut masih menghasilkan pertumbuhan bibit padi yang tidak seragam dan produksi belum maksimal. Sebabnya, benih dengan indikasi tidak memenuhi syarat tumbuh baik (indikasi retak dan hampa) masih tenggelam di dasar wadah, kemudian dianggap sebagai benih bernas. Padahal tidak.

Perendaman bibit padi / gabah

Perendaman bibit padi, di poto ini saya melakukan perendaman 40 liter padi /gabah
Cara ketiga diatas untuk mendapatkan benih padi yang bernas dengan maksimal yaitu dengan cara memanfaatkan sebutir telur dan garam, akan diperoleh benih yang benar-benar bernas. Pada kondisi normal, telur tenggelam dalam air. Dengan menambahkan garam, air menjadi larutan garam yang lebih banyak kemudian mampu mengangkat telur ke permukaan air (mengapung). Bila telur saja dapat diapungkan dalam larutan garam, apalagi benih hampa dan retak. Cara ini biasanya di terangkan pada penyuluhan - penyuluhan pertanian.