Dikritik Karena Undang Duterte, Ini Respon Gedung Putih

 Dikritik Karena Undang Duterte, Ini Respon Gedung Putih

WASHINGTON - Gedung Putih angkat bicara mengenai kritikan yang datang setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengundang Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Trump mengundang Duterte saat keduanya terlibat perbincangan melalui telepon pada Sabtu malam. 
Dikritik Karena Undang Duterte, Ini Respon Gedung Putih
Trump mendapat kritikan keras dari kelompok HAM, Human Right Watch (HRW) karena telah mengundang Duterte. Kritikan ini datang karena HRW  menilai Duterte telah melakukan pelanggaran keras terhadap HAM, melalui operasi anti-narkoba yang telah menewaskan ribuan orang. 
HRW menyebut, undangan terhadap Duterte sama saja dengan mendukung apa yang sudah dilakukan oleh pemimpin Filipina tersebut. 
Menanggapi kritikan ini, Kepala Staff Gedung Putih Reince Priebus ada lebih banyak masalah yang lebih besar yang dihadapi dunia, dan kerjasama dengan Filipina penting untuk menghadapi masalah tersebut. Salah satu masalah yang dihadapi menurut Priebus adalah Korea Utara (Korut). 
"Tidak ada ancaman yang benar-benar dihadapi oleh negara kita, dan  wilayah (Asia) yang lebih besar daripada apa yang ditampilkan oleh Korut," kata Priebus dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Senin (1/5). 
Priebus kemudian menegaskan undangan terhadap Duterte, tidak berarti masalah HAM tidak penting. Tapi, dia kembali menyebut saat ini adalah masalah yang lebih genting, yakni Korut. 
"Masalah ini sangat serius sehingga kita memerlukan kerja sama pada tingkat tertentu dengan sebanyak mungkin mitra di wilayah tersebut, yang kita bisa pastikan kita memiliki pandangan yang sama," tukasnya.