Berita Amirika Pejuang Sebut Tentara AS Perluas Kehadirannya di Gurun Suriah

Pejuang Sebut Tentara AS Perluas Kehadirannya di Gurun Suriah

Pejuang Suriah mengatakan pasukan Amerika Serikat (AS) yang berbasis di gurun tenggara negara itu telah memperluas kehadiran mereka. Hal ini meningkatkan risiko konfrontasi langsung antara pasukan yang didukung AS dengan pasukan pro-pemerintah yang didukung oleh Iran.

Pejuang Sebut Tentara AS Perluas Kehadirannya di Gurun SuriahPasukan khusus AS telah bermarkas sejak tahun lalu di Tanf, sebuah jalan raya strategis yang melintasi perbatasan dengan Irak. Pasukan AS membantu pejuang untuk merebut kembali wilayah tersebut dari militan ISIS yang melarikan diri.

Pejuang Suriah yang didukung AS di wilayah tersebut bersaing dengan pasukan pro-pemerintah yang juga mencoba merebut kembali wilayah dari ISIS.

Dalam beberapa kesempatan beberapa pekan terakhir, pesawat tempur koalisi pimpinan AS telah menyerang pasukan pro-pemerintah untuk mencegahnya maju. Washington menyebut hal itu sebagai bentuk pertahanan diri.

Abu al-Atheer, juru bicara militer untuk kelompok pejuang Maghawir al-Thawra yang didukung AS, mengatakan bahwa pasukan AS telah menyebar dari lokasi awal mereka di Tanf untuk mendirikan markas kedua di Zakf, sekitar 60-70 km ke timur laut seperti dikutip dari Al Arabiya, Kamis (15/6/2017).

Abu al-Atheer mengatakan pasukan khusus AS sekarang berpatroli dengan jarak hingga 100 km dari Tanf. Dia mengatakan lebih banyak lagi pasukan khusus AS tiba di markas asli di Tanf dan markas baru di Zakf, dan lebih banyak senjata dikirim ke pemberontak.

"Pangkalan (baru) sedang dipelajari selama berbulan-bulan tapi sekarang ini merupakan basis resmi. Ini telah dibangun dan diperluas dan insyaallah akan berada dalam beberapa hari ke depan seperti basis Tanf, "katanya.

Sumber intelijen regional mengatakan bahwa militer AS bergerak dalam beberapa hari terakhir sebuah sistem peluncur roket jarak jauh baru dari Yordania ke Tanf, untuk pertama kalinya di Suriah selatan meningkatkan kehadirannya di daerah tersebut.

Mereka mengatakan bahwa High Mobility Artillery Rocket System - HIMARS yang dapat menembakkan rudal sejauh 300km telah dikerahkan untuk pertama kalinya di Suriah selatan. Mereka sebelumnya pernah menyerang militan dari posisi di Turki dan Yordania.