Berita Amirika Rusia Khawatir Peluncur Roket AS di Suriah untuk Serang Pasukan Assad

Rusia Khawatir Peluncur Roket AS di Suriah untuk Serang Pasukan Assad

Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasikan bahwa peluncur roket jarak jauh Amerika Serikat (AS) benar-benar dikerahkan di Suriah. Kementerian itu khawatir senjata canggih AS itu akan digunakan untuk menyerang pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Rusia Khawatir Peluncur Roket AS di Suriah untuk Serang Pasukan AssadSenjata berat bernama High Mobility Artillery Rocket Systems (HIMARS) ini sebelumnya ditempatkan di Libanon. Namun AS memindahkannya ke markas militernya di At Tanf,  Suriah.

Militer Rusia menyatakan bahwa kisaran tempur HIMARS tidak dapat mendukung unit-unit Pasukan Demokratik Suriah.

”Pada saat yang sama, pasukan koalisi anti-ISIS pimpinan AS telah beberapa kali menyerang tentara pemerintah Suriah yang berperang melawan kelompok Islamic State (ISIS) di dekat perbatasan Yordania,” bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia.

“Oleh karena itu, tidaklah sulit untuk membayangkan bahwa serangan semacam itu pada militer Suriah dapat dilanjutkan di masa depan, namun kali ini dengan HIMARS,” lanjut kementerian tersebut, seperti dikutip Russia Today, Jumat (16/6/2017).

“Pengerahan semua jenis persenjataan asing di wilayah Suriah, terutama sistem peluncur (roket) ganda yang reaktif, harus disepakati dengan pemerintah negara berdaulat (Suriah),” imbuh Kementerian Pertahanan Rusia.

Rusia yang menjadi sekutu utama Suriah mengaku memantau secara ketat situasi di perbatasan Suriah-Yordania.

Sebelumnya, pada hari Rabu, seorang sumber intelijen senior AS mengatakan kepada Reuters bahwa militer AS telah memindahkan sistem peluncur roket HIMARS yang baru dari Yordania ke At Tanf.

”Mereka telah tiba sekarang di Tanf dan ini merupakan dorongan signifikan bagi kehadiran militer AS di sana,” kata sumber tersebut, sambil mencatat bahwa HIMARS telah ditempatkan di dekat milisi yang didukung AS di Suriah utara sebelumnya.

Senjata HIMARS produksi Lockheed Martin mampu meluncurkan berbagai jenis amunisi dan memiliki jangkauan operasional sejauh 480 kilometer.