Korsel Sebut Jong-un Bersembunyi Takut Dihabisi Pasukan Elit AS

Korsel Sebut Jong-un Bersembunyi Takut Dihabisi Pasukan Elit AS

Badan intelijen Korea Selatan (Korsel), NIS, mengatakan Washington dan Seoul sedang mencoba membentuk tim pasukan khusus untuk mengambil alih kepemimpinan Pyongyang. Hal ini membuat pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, bersembunyi ketahukan dengan operasi pembunuhan oleh pasukan elit itu.

Korsel Sebut Jong-un Bersembunyi Takut Dihabisi Pasukan Elit ASNIS menyatakan diktator muda itu disebut lebih senang bergerak saat fajar dan menolak menggunakan mobil Mercedes-Benz 600-nya. Jong-un disebut bersembunyi di dalam kendaraan bawahannya.

Anggota parlemen Korsel, Lee Cheol-woo, yakin jika Jong-un sangat gugup mengenai rencana yang akan melumpuhkan pemerintahannya. "Jong-un sangat asyik dengan mengumpulkan informasi tentang 'operasi pemenggalan kepala' melalui agen intelijennya," katanya seperti dikutip dari Express, Jumat (16/6/2017).

Diktator muda itu bahkan telah mengurangi penampilan propagandanya dengan jumlah yang signifikan. "Jumlah aktivitas publik Kim Jong-un adalah 51, turun 32 persen dari tahun lalu," kata Cheol-woo.

NIS juga mengungkapkan bahwa pesawat tak berawak Korut, yang ditemukan minggu lalu, telah mengambil 551 gambar termasuk peluncur Terminal Altitude Area Defense (THAAD) yang ada di Korsel.

NIS juga mengatakan bahwa total enam warga Korsel saat ini ditahan . Korut. Sebagian besar ditangkap karena terlibat dalam kegiatan keagamaan atau membantu pembelot negara komunis itu.

Meskipun mengalami kesulitan ekonomi, negara tertutup tersebut telah berulang kali mencela PBB dan sanksi internasional dengan melakukan uji coba rudal balistik jarak jauh. Peluncuran roket Hwasong-12 bulan lalu diyakini memiliki kemampuan mencapai daratan AS.

"Korut memasok sebagian besar oli ke tempat-tempat khusus. Karena itu, harga minyak rumah tangga telah meningkat pesat," kata NIS.

"Harga minyak telah ditetapkan sekitar 6.000 won per kilogram. Harga meningkat menjadi 20.000 won pada bulan Mei dan mencapai sekitar 15.000 won saat ini," tambah NIS.

Dalam beberapa pekan terakhir, seorang ahli AS mengklaim bahwa Kim Jong-un hanya satu langkah dari upaya mengembangkan rudal balistik antar benua (ICBM). Langkah ini menjadi perhatian besar kepala pertahanan rudal AS.