POLISI MENETAPKAN RIZIEQ SHIHAB MASUK DPO

POLISI MENETAPKAN RIZIEQ SHIHAB MASUK DPO

www.an.tv- Setelah menetapkannya sebagai  tersangka kasus dugaan Pornografi,  polisi hari ini menetapkan Habib Rizieq Shihab  dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Kepastian polisi menetapkan Rizieq Shihab sebagai  DPO dikatakan Kabid Humas Polda Metro Jaya  Kombes Polisi Argo Yuwono hari ini.

Menurut Argo, keputusan  polisi menetapkan Rizieq Shihab sebagai  DPO telah sesuai dengan prosedur dan peraturan yang ada. Semua tahapan telah dilalui oleh penyidik sehingga akhirnya polisi menetapkan Rizieq Shihab sebagai  DPO.” Sudah ditetapkan sebagai DPO,  penyidik berkerja sama dengan pihak imigrasi dan juga divisi hubungan internasional  untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk akan ada pencabutan paspor atau tidak,”kata Kombes Argo Yuwono , Kabid Humas Polda Metro Jaya.

Menurutnya, penyidik setelah mengeluarkan penangkapan, penyidik melakukan penyelidikan  ke rumah Rizieq dan ternyata Imam Besar FPI ini tak ada. “Setelah itu baru ke imigrasi menanyakan kapan yang bersangkutan keluar dari Indonesia kemudian kapan masuk ke Indonesia. Ternyata 26 April ke luar negeri sampai sekarang belum masuk ke Indonesia. Dengan dasar itu, makanya penyidik kemarin membuat daftar pencarian orang. Tahapannya sudah dilalui semua,” kata Argo.

Saat ini Rizieq sedang di Arab Saudi. Tim kuasa hukum Imam Besar FPI ini pun akan melakukan perlawanan hukum terkait ditetapkan kliennya sebagai tersangka.

Menanggapi keputusan polisi menetapkan Rizieq Shihab sebagai DPO, Kuasa Hukum  Habib Rizieq, Eggi Sudjana mempersoalkan langkah polisi ini. Menurut Eggi, keberadaan Habib Rizieq jelas. Dewan Pembina GNPF MUI itu berada di Arab Saudi. “Kan jelas di Arab Saudi, ya polisi tinggal cari. Tinggal berkoordinasi dengan pemerintah Arab Saudi, ” ujar Eggi.

Kasus Lain

Sementara itu Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menerima Surat Perintah  DImulainmya Penyidikan (SPDP) atas nama Rizieq Shihab atas sebuah orasi yang dilaporkan seorang warga bernama Muhammad Maryadi.

Kasipenkum Kejati Jawa Barat Reymon Ali membenarkan pihaknya menerima SPDP tersebut dari Kepolisian.”Kami sedang mendalami surat ini,”kata Reymon.

Menanggapi itu tim Kuasa Hukum Rizieq Shihab hari ini mendatangi Kejati Jabar untuk mempertanyakan kebenaran adanya SPDP tersebut. Menurut Kuasa Hukum Rizieq  Ki Agus M Khoiri, laporan Maryadi tersebut tidak benar karena tak ada ajakan melakukan kerusuhan dalam orasi tersebut.

Demikian Laporan Inge Dewi dan Putra dari Jakarta