RUMAH KONTRAKAN PERAKIT BOM MASIH DIPASANG POLICE LINE

RUMAH KONTRAKAN PERAKIT BOM MASIH DIPASANG POLICE LINE

www.an.tv – Rumah kontrakan terduga pelaku bom bunuh diri di Garut, Jawa Barat, hingga Jumat pagi (2/6)  masih dijaga ketat oleh  aparat kepolisian. Tak hanya itu, rumah kontrakan yang disinyalir sebagai rumah perakitan bom Kampung Melayu masih dipasang garis polisi. Rumah kontrakan yang pernah ditempati oleh Ahmad Sukri, terduga pelaku bom bunuh diri ini berada di Kampung Cempaka, Kelurahan Lebakjaya, Kecamatan Karangpawitan, Garut,  Jawa Barat. Sejumlah warga yang penasaran masih berdatangan ke lokasi ini, ingin menyaksikan langsung.
rumah terduga bom dipolis line
Polisi masih melakukan pengamanan di rumah ini, karena hasil penggeledahan olah tempat kejadian perkara (TKP)  Detasemen Khusus 88 Anti Teror, bahwa rumah ini diduga kuat sebagai tempat perakitan bom yang diledakan di Terminal Bus Kampung Melayu pada Rabu malam (24/5).

Selain dijaga ketat petugas dari kepolisian, di sekitar halaman dan pintu rumah juga masih dipasang garis polisi. Dengan adanya garis polisi ini, tidak boleh ada warga atau pemilik rumah yang boleh menyentuh apa pun yang ada di dalam rumah, karena rumah ini dalam pengawasan tim Densus 88 Anti Teror.

Saat penggeledahan dilakukan, pihak RT setempat juga ikut dibawa untuk menyaksikan proses penggeledahan di tempat kejadian perkara (TKP).

“Tak banyak barang yang kembali diamankan oleh Tim Densus. Barang – barang, seperti toples kaca, ember serta barang lainnya  langsung dievakuasi oleh petugas,” ujar Ketua RT, Agus Guswana

Selain melakukan penggeledahan dan olah tempat kejadian perkara,  polisi juga rencananya akan membongkar septic tank  rumah, karena petugas menduga ada barang – barang yang dibuang ke dalamnya. Namun proses pembongkaran septic tank akhirnya dibatalkan, karena bukti yang diamankan dinilai sudah mencukupi untuk bahan penyelidikan sementara.

Ledakan bom yang terjadi di Terminal Bus Kampung Melayu, Jakarta Timur 24 Mei 2017  telah menewaskan lima orang, tiga diantaranya adalah petugas kepolisian . Dari hasil penyidikan pihak kepolisian, dua orang lainnya adalah sebagai pelaku peledakan bom panic di kawasan Kampung Melayu.

Laporan Taufiq Hidayat dari Garut, Jawa Barat.