TIMUN SURI DIBURU UNTUK MINUMAN BERBUKA PUASA

TIMUN SURI DIBURU UNTUK MINUMAN BERBUKA PUASA

www.an.tv – Bulan suci Ramadan bulan berkah, bulan penuh rahmat. Bulan ramadhan juga memberikan berkah tersendiri bagi para pedagang musiman buah krai  atau buah timun suri yang ada di Banyuwangi , Jawa Timur. Buah timun suri terlihat di sepanjang Jalan Banyuwangi – Jember, tepatnya di daerah Tambong, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi. Banyaknya pedagang yang menggelar dagangan di pinggir jalur padat ini menjadi fenomena tahunan, karena buah krai memang salah satu buah favorit kala bulan puasa. Apalagi buah ini memang hanya ada saat bulan suci Ramadhan. Untuk harga satu buah krai  dijual beragam, mulai Rp.5000 hingga Rp.15.000 tergantung besar kecilnya buah.Timun suri yang mengandung banyak air ini biasanya selalu dicari untuk pelengkap menu minuman di saat berbuka puasa.
timun suri banyuwangi 1
es timun suri 2

Berjualan buah krai atau timun suri dapat dibilang sebagai berkah bulan suci Ramadhan bagi para pedagang musiman ini.

“ Kami hanya berjualan buah krai di saat bulan suci Ramadan saja. Dalam sehari kami dapat  menjual  300 hingga 500 buah krai,” ujar Rodiyah, penjual buah krai.

Tidak hanya bagi penjual buah krai, berkah ramadhan juga dirasakan oleh petani buah krai di Desa Badean, Kecamatan Kabat. Sarpan , salah satu petani buah krai. “Saya memang sengaja sudah menanam bibit buah krai sejak dua bulan sebelum Ramadhan tiba, sehingga pada awal puasa, tanaman krai yang sudah berbuah bisa segera dipanen, dan tinggal dijual pada para pedagang musiman di banyuwangi, “ kata Sarpan, yang setiap tahun selalu menanam buah krai di kebun miliknya.

Menurut Sarpan buah krai memang selalu diburu oleh warga Banyuwangi khususnya, untuk minuman kala berbuka puasa. Selain harganya tidak mahal, rasanya  yang segar dan wangi akan muncul ketika sudah diserut  dan dicampur dengan es batu serta sirup. Tidak heran, setiap tahun, Sarpan selalu menanam krai bila bulan ramadhan akan tiba. Buah krai  memang buah yang membawa berkah bagi petani dan penjualnya saat bulan suci Ramadhan. Laporan Happy Octavia dari Banyuwangi, Jawa Timur.