Israel Dukung Kepala Intelijen Palestina Jadi Suksesor Abbas

Israel Dukung Kepala Intelijen Palestina Jadi Suksesor Abbas

JERUSALEM - Khawatir jika Presiden Palestina Mahmaoud Abbas meninggal mendadak, Israel mendukung kepala dinas intelijen sebagai penggantinya. Demikian laporan surat kabar Ibrani harian Israel Hayom melaporkan.

Israel Dukung Kepala Intelijen Palestina Jadi Suksesor AbbasSurat kabar tersebut menambahkan bahwa ada kandidat potensial lain sebagai suksesor Abba namun bobot politiknya hampir dapat diabaikan.

"Siapa pun yang ingin menggunakan kekuasaan harus tetap berpegang pada pimpinan Jenderal Intelijen Mayor Jenderal Majid Faraj karena dia adalah kunci utama untuk semua skenario dan ini adalah suara terkuat di Tepi Barat dalam hal keamanan," seperti disadur Middle East Monitor dari Israel Hayom, Jumat (4/8/2017).

Surat kabar tersebut juga menjelaskan bahwa Faraj memiliki hubungan baik dengan pasukan keamanan Israel. "Dan pertempuran melawan Hamas memberi dia nilai tinggi, dan dia adalah orang yang mungkin mengajukan pertanyaan sendiri: Mengapa bukan saya?" tulis media itu.

Surat kabar tersebut menunjukkan dalam sebuah artikel oleh Jenderal Moshe Elad bahwa Abbas berada di bawah tekanan besar yang dapat menyebabkan ia mengundurkan diri atau meninggal tiba-tiba. Hal ini menunjukkan bahwa Presiden Palestina itu mengalami kelelahan yang berasal dari tekanan psikologis hebat yang dideritanya dalam beberapa bulan terakhir.

Surat kabar tersebut menambahkan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menuntut agar Abbas berhenti membayar gaji tahanan Palestina di penjara-penjara Israel. Ini adalah langkah yang tidak dapat dilakukan presiden Palestina saat ini atau di masa depan karena ini adalah resep ajaib untuk bunuh diri politik. Ini juga menunjukkan bahwa Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi memberikan dukungan kepada Presiden Abbas.