Dampak Gempa Banten: BNPB Sebut Ratusan Rumah Rusak & 8 Korban Luka G

Dampak Gempa Banten: BNPB Sebut Ratusan Rumah Rusak & 8 Korban Luka

Gempa bumi berkekuatan 6,4 Skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Lebak, Provinsi Banten pada Selasa (23/1/2018) pukul 13:34 WIB. Gempa berpusat di Samudera Hindia dengan kedalaman 64 km berjarak 43 km barat daya Kabupaten Lebak.   

Dampak Gempa Banten: BNPB Sebut Ratusan Rumah Rusak & 8 Korban LukaGempa tersebut tidak berpotensi tsunami, namun guncangan gempa dirasakan di daerah Jakarta, Banten, Lampung, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. 

Dari rilis yang diterima Tirto, guncangan dirasakan 10-15 detik hingga menyebabkan masyarakat berhamburan keluar bangunan dan rumah, terutama yang berada di perkantoran, apartemen, hotel dan bangunan yang tinggi. 

Di Wilayah Jawa Tengah dan Lampung Selatan, gempa dirasakan lemah hingga sedang selama 5 detik dan tidak ada kepanikan sehingga masyarakat tetap beraktivitas normal. 

Posko Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menkonfirmasi dampak gempa ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). 

Berdasarkan data sementara, hingga kini ratusan rumah dilaporkan rusak. Adapun korban luka yakni di Kabupaten Cianjur sebanyak 6 pelajar luka berat dan 2 pelajar luka ringan karena tertimpa genteng yang runtuh di SMK Tenggeung. Satu unit rumah di Desa Tanggeung dan Desa Pagermaneuh juga dilaporkan rusak berat. 

Di Kabupaten Sukabumi terdapat 9 rumah rusak ringan, 1 rumah rusak sedang, 1 masjid rusak berat, dan 2 fasilitas umum kesehatan rusak ringan. 

Laporan sementara dari Kabupaten Bogor, terdapat beberapa rumah dan bangunan rusak di Kecamatan Sukajaya, Kecamata Nanggung, Kecamatan Megamendung, Kecamatan Caringin, dan Kecamatan Cijeruk. Sebanyak 7 rumah rusak berat dan 5 rumah rusak ringan. Data akan bertambah karena diperkirakan masih terdapat bangunan yang rusak.

Sementara itu, aula gedung SMA CMBBS Pandeglang dilaporkan roboh dan beberapa rumah mengalami kerusakan, namun tidak ada korban jiwa. Di Banten terdapat 115 rumah rusak, serta 1 masjid dan puskesmas rusak. 

BPBD bersama unsur lainnya hingga kini masih melakukan pendataan dampak kerusakan akibat gempa berkekuatan 6,4 SR, yang diperkirakan akan bertambah. 

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroh mengimbau masyarakat untuk tenang dan tidak terpancing isu-isu menyesatkan. 

"Jangan terpancing isu-isu yang menyesatkan bahwa akan terjadi gempa susulan yang lebih besar. Iptek belum mampu memprediksi gempa secara pasti," ujar Sutopo. 

Sutopo menambahkan, wilayah Selatan Jawa memang rawan gempa dan sepi terjadi gempa-gempa besar sehingga harus diwaspadai. Saat merasakan guncangan gempa, warga segera keluar rumah atau mencari tempat-tempat yang aman.